RADARTUBAN – Dunia sepak bola resmi punya wajah baru. Dalam daftar FIFPRO Men’s World11 2025 yang dirilis lewat akun resmi @FIFPRO, muncul kombinasi mengejutkan antara pemain mapan dan talenta muda yang sedang meledak.
Dari Donnarumma yang tetap kukuh di bawah mistar, hingga Lamine Yamal dan Cole Palmer yang jadi simbol revolusi generasi baru di panggung elit dunia.
Nama-nama besar masih bertahan. Achraf Hakimi dan Virgil van Dijk menjaga marwah pengalaman di lini belakang bersama Nuno Mendes, bek muda yang kini jadi pilar tak tergantikan di PSG.
Sedangkan di lini tengah, Jude Bellingham, Pedri, Vitinha, dan Cole Palmer menghadirkan kombinasi elegan antara visi, tenaga, dan insting kreatif khas anak muda yang tak takut risiko.
Namun sorotan terbesar jatuh pada trio depan: Ousmane Dembélé, Kylian Mbappé, dan Lamine Yamal.
Tiga pemain asal Prancis dan Spanyol itu melambangkan pergeseran era sepak bola: cepat, berani, eksplosif.
Mbappé masih jadi wajah global, tapi sorotan publik kini terbelah untuk Yamal — bocah ajaib Barcelona yang baru berusia 18 tahun tapi sudah menembus daftar elit dunia ini.
Bukan sekadar simbol, daftar ini menunjukkan arah baru sepak bola dunia. Pemain-pemain muda kini tak lagi menunggu giliran; mereka merebut panggung dengan permainan, bukan nama.
Cole Palmer adalah contoh paling nyata — dari pemain buangan Manchester City menjadi motor Chelsea dan kini diakui sejajar dengan Bellingham serta Pedri di lini tengah terbaik dunia.
FIFPRO World11 2025 tak sekadar daftar pemain, tapi refleksi zaman: ketika batas usia tak lagi relevan, dan sepak bola bergerak ke arah yang lebih cepat, lebih teknikal, dan lebih berani menantang pakem lama.
Dunia mungkin belum sepenuhnya siap, tapi generasi baru sudah mengambil alih — dan mereka tak berniat menunggu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni