RADARTUBAN - Liverpool hargai legenda sepak bola dunia dengan cara yang unik di markas mereka, Anfield.
Klub berjuluk The Reds itu menampilkan deretan kaus dari pemain-pemain legendaris yang pernah tampil di stadion bersejarah tersebut.
Menariknya, beberapa di antaranya merupakan mantan bintang Real Madrid, termasuk Fabio Cannavaro, bek terakhir yang berhasil memenangkan Ballon d’Or.
Langkah ini dilakukan menjelang laga besar antara Liverpool dan Real Madrid di ajang Liga Champions. Pertemuan kedua tim yang sarat sejarah ini akan kembali menjadi tontonan menarik bagi pecinta sepak bola dunia.
Warisan Sejarah di Balik Dinding Anfield
Melalui inisiatif ini, Liverpool hargai legenda sepak bola dunia bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tapi juga pengingat bagi generasi muda tentang kualitas, rivalitas, dan keindahan permainan sepak bola sejati.
Dengan menampilkan nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Andres Iniesta, hingga Fabio Cannavaro, ruang ganti Anfield kini menjadi simbol kebesaran sejarah sepak bola dunia.
Trent Alexander-Arnold Kembali ke Anfield dengan Status Berbeda
Momen spesial juga terjadi bagi Trent Alexander-Arnold. Mantan pemain Liverpool itu akan untuk pertama kalinya memasuki ruang ganti tim tamu di Anfield setelah hengkang secara kontroversial dengan status bebas transfer.
Kembalinya Trent ke rumah lamanya menambah emosi tersendiri di tengah rivalitas panjang antara Liverpool dan Real Madrid.
Duel dua raksasa Eropa ini memang selalu menyimpan cerita. Mereka tercatat sebagai satu-satunya pasangan klub yang pernah bertemu di tiga final Liga Champions, tahun 1981, 2018, dan 2022.
Jamie Carragher Jadi Inspirasi di Balik Pajangan Legenda
Kaus para legenda yang terpajang di ruang ganti Anfield rupanya memiliki alasan khusus.
Menurut berbagai laporan, pemilihan nama-nama itu didasarkan pada pilihan Jamie Carragher, sang legenda Liverpool, yang pernah menyebut sebelas pemain terbaik yang pernah ia hadapi di Anfield.
Carragher menyebut mantan kiper Juventus, Gianluigi Buffon, sebagai “yang terbaik di generasinya”, dan menyebut duo legendaris Paolo Maldini serta Cafu sebagai “dua full-back terbaik sepanjang masa”. Ia juga mengakui bahwa Thierry Henry adalah pemain Premier League terbaik sepanjang masa dan lawan terberat yang pernah dihadapinya.
“Tim Arsenal Invincibles [2003–04] yang ia perkuat, dan dua atau tiga tahun di sekitarnya, pasti menjadi lawan paling tangguh yang pernah saya hadapi, baik di kandang maupun tandang,” ujarnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni