RADARTUBAN - Gelandang muda Bournemouth, Alex Scott, menjadi sorotan publik sepak bola Inggris setelah menerima panggilan pertamanya ke Timnas Inggris.
Pemain berusia 22 tahun itu tampil gemilang di Liga Premier Inggris bersama The Cherries dan akhirnya mendapatkan kepercayaan dari pelatih Thomas Tuchel untuk bergabung dengan skuad Three Lions.
Panggilan ini menjadi langkah penting dalam karier Alex Scott, yang sudah mencatatkan 11 penampilan di semua kompetisi musim ini dan berhasil menorehkan satu assist.
Dia dikenal sebagai pemain dengan kreativitas tinggi di lini tengah dan kemampuan adaptasi yang cepat.
Miliki Saudara Tiri: Alex Scott dan Maya Le Tissier Cetak Sejarah
Tidak hanya soal performanya, kabar bahagia datang dari sisi personal Alex Scott.
Dia ternyata memiliki saudara tiri yang juga bermain di level tertinggi sepak bola Inggris, yaitu Maya Le Tissier, bek tangguh Manchester United di kompetisi WSL (Women’s Super League).
Menariknya, Alex Scott dan Maya Le Tissier kini mencatat sejarah baru sebagai pasangan saudara tiri pertama yang sama-sama mewakili Timnas Inggris, baik di tim putra maupun tim putri.
Le Tissier sendiri sudah tampil sepuluh kali untuk tim nasional wanita di bawah asuhan pelatih Sarina Wiegman.
Dengan capaian ini, keduanya menjadi simbol inspiratif bagi banyak pemain muda di Inggris yang bermimpi menembus panggung internasional.
Tuchel Jelaskan Alasan Memanggil Scott ke Timnas
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan alasan kuat di balik keputusannya memanggil Alex Scott ke skuad senior.
“Alex pantas berada di sini. Saya pertama kali memperhatikannya secara dekat saat Euro bersama tim U-21, di mana ia tampil sangat baik bersama Elliot Anderson. Sejak saat itu, dia berkembang pesat dan kini menjadi starter reguler di Bournemouth,” ujar Tuchel.
“Dia sudah menempuh perjalanan panjang dan berhasil membuktikan dirinya hingga mendapat panggilan ini. Ia akan menempati posisi nomor delapan, dan semoga dia bisa menunjukkan kemampuan serta kepribadiannya di lapangan," tambah dia.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Alex Scott bukan hanya dipanggil karena potensinya, tetapi juga karena kerja keras dan konsistensi yang telah ia tunjukkan di klubnya, Bournemouth.
Puncak Karier
Kisah Alex Scott dan Maya Le Tissier menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan semangat pantang menyerah mampu membawa seseorang mencapai puncak karier, bahkan mencetak sejarah di Timnas Inggris.
Dengan performa menjanjikan di klub dan dukungan publik sepak bola Inggris, keduanya diharapkan bisa terus memberi kontribusi positif bagi tim nasional masing-masing. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama