RADARTUBAN – Kekalahan telak dari Sassuolo jadi puncak gunung es yang akhirnya mengguncang ruang ganti Atalanta.
Tim berjuluk La Dea itu tumbang 0-3 pada giornata ke-11 Serie A di Bergamo, Minggu (9/11) dini hari WIB.
Gol-gol tim tamu datang dari penalti Domenico Berardi (29’), tambahan satu gol cantik di menit 66, dan penyelesaian tajam Andrea Pinamonti (47’) yang menutup pesta hijau-hitam.
Baca Juga: Ademola Lookman Terlibat Cekcok dengan Pelatih Atalanta, Fans Minta Ia Segera Pergi
Ivan Jurić Diujung Pemecatan
Tapi drama sesungguhnya bukan di lapangan. Sumber terpercaya dari jurnalis kenamaan Fabrizio Romano menyebut, manajemen Atalanta sudah menyiapkan keputusan besar: memecat Ivan Jurić dan menunjuk Raffaele Palladino sebagai pelatih baru.
“Plan confirmed,” tulis Romano di akun X-nya, menegaskan bahwa negosiasi telah sampai tahap akhir.
Performa Atalanta musim ini memang terus menurun. Mereka terdampar di peringkat ke-13 Serie A, jauh dari ekspektasi klub yang dalam beberapa musim terakhir selalu bersaing di papan atas.
Taktik Jurić yang keras dan menuntut intensitas tinggi mulai kehilangan daya pukul di ruang ganti.
Beberapa pemain dikabarkan mulai kehilangan arah dan kelelahan dengan gaya bermain yang tak lagi efektif.
Palladino Lebih Energik dan Progresif
Sementara Palladino, eks pelatih Monza yang dikenal membawa sepak bola energik dan progresif, dinilai cocok untuk menyegarkan atmosfer ruang ganti.
Pelatih 41 tahun itu disebut-sebut akan membawa pendekatan yang lebih modern dan cair, dengan filosofi possession vertical ala pelatih muda Italia masa kini.
Pergantian pelatih ini, jika resmi diumumkan, akan menandai babak baru bagi Atalanta—klub yang sempat dipuja karena revolusi taktik Gian Piero Gasperini, kini harus menata ulang identitas mereka dari nol.
Kekalahan 0-3 dari Sassuolo bukan sekadar skor. Itu sinyal bahwa mesin La Dea benar-benar macet.
Dan di Serie A, manajemen tak menunggu terlalu lama untuk menekan tombol reset. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni