RADARTUBAN – Tongkat estafet kepelatihan di Atalanta resmi berpindah tangan. Klub berjuluk La Dea itu mengumumkan Raffaele Palladino sebagai pelatih baru dengan kontrak hingga Juni 2027.
Penandatanganan dilakukan awal pekan ini, seperti dikonfirmasi jurnalis kenamaan Fabrizio Romano melalui akun X pribadinya.
Langkah ini menandai dimulainya babak baru di Bergamo setelah Ivan Jurić dipecat menyusul hasil buruk di Serie A.
Kekalahan telak dari Sassuolo jadi puncak gunung es yang akhirnya mengguncang ruang ganti Atalanta.
Tim berjuluk La Dea itu tumbang 0-3 pada giornata ke-11 Serie A di Bergamo, Minggu (9/11) dini hari WIB.
Baca Juga: Drama Serie A : Pelatih Atalanta Ivan Jurić di Ujung Tanduk, Raffaele Palladino Siap Naik Takhta!
Performa Atalanta Jeblok
Performa Atalanta musim ini memang terus menurun. Mereka terdampar di peringkat ke-13 Serie A, jauh dari ekspektasi klub yang dalam beberapa musim terakhir selalu bersaing di papan atas.
Palladino, yang sebelumnya menangani Monza, kini dipercaya membawa Atalanta tetap bersaing di papan atas Serie A sekaligus menjaga identitas permainan atraktif yang sudah menjadi ciri khas klub.
Baca Juga: Ademola Lookman Terlibat Cekcok dengan Pelatih Atalanta, Fans Minta Ia Segera Pergi
Dikenal Berani Memainkan Sepak Bola Proaktif
Palladino datang bukan sebagai figur pelatih muda sembarangan. Di Monza, ia dikenal berani memainkan sepak bola proaktif, cepat beradaptasi, dan piawai membentuk pemain muda menjadi tumpuan.
Gaya tersebut diyakini cocok dengan filosofi Atalanta yang selama ini menjadi “pabrik talenta” Serie A.
Manajemen Atalanta pun menaruh harapan besar. Mereka ingin Palladino mampu melanjutkan fondasi kuat yang ditinggalkan Gasperini—yakni disiplin taktik tinggi dan sistem pressing yang tajam—namun dengan sentuhan lebih segar di ruang ganti.
“Palladino dianggap representasi generasi baru pelatih Italia: modern, analitis, tapi tetap punya jiwa petarung,” tulis laporan Sky Italia.
Kini, publik Bergamo menunggu bagaimana sang pelatih muda ini menulis kisahnya sendiri.
Dengan kontrak hingga 2027, Palladino punya waktu cukup panjang untuk membuktikan bahwa Atalanta tak sekadar bertahan di papan atas, tapi juga kembali jadi kejutan Eropa seperti beberapa musim silam.
Atalanta sudah resmi memulai era baru—dan semua mata kini tertuju pada Palladino, sang arsitek muda yang siap menghidupkan kembali nyala api La Dea. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni