Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Neymar Kesal Saat Diganti di Laga Santos vs Flamengo, Masa Depan Sang Legenda Kian Tidak Pasti

Bihan Mokodompit • Rabu, 12 November 2025 | 17:05 WIB
Pemain Santos FC, Neymar, kesal saat harus diganti di tengah pertandingan.
Pemain Santos FC, Neymar, kesal saat harus diganti di tengah pertandingan.

RADARTUBAN - Neymar kesal saat diganti dalam laga Santos melawan Flamengo di Stadion Maracanã akhir pekan lalu.

Bintang asal Brasil itu kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan.

Kekalahan 3–2 dari Flamengo membuat Neymar di Santos dan rekan setimnya semakin tertekan karena kini mereka terperosok ke zona degradasi, dengan hanya enam pertandingan tersisa di Serie A Brasil.

Pemain berusia 33 tahun itu ditarik keluar pada menit ke-85 saat Santos tertinggal tiga gol. Ketika meninggalkan lapangan, Neymar tampak mengeluh kepada pelatih Santos, Juan Pablo Vojvoda.

“Wajar kalau dia [Neymar] merasa kesal,” ujar Vojvoda setelah pertandingan, dikutip dari ESPN. “Seperti pemain lainnya juga, tapi saya yang memutuskan siapa yang harus keluar dari lapangan.”

Setelah diganti, Neymar langsung menuju ruang ganti tanpa berhenti di bangku cadangan. Vojvoda menegaskan bahwa sikap Neymar tidak menunjukkan ketidakhormatan.

“Saya menganggap hal itu sangat normal. Dia tidak bersikap tidak sopan atau apa pun. Rasa hormat tetap ada, dan para pemain memang ingin terus bermain serta membantu di masa sulit seperti ini,” tambahnya.

Performa Neymar di Santos Masih Belum Maksimal

Pertandingan tersebut menjadi laga pertama Neymar di Santos sebagai starter sejak 14 September, setelah dia absen satu setengah bulan akibat cedera otot.

Dengan kontraknya yang akan habis di akhir musim, Neymar kini menghadapi tekanan besar untuk menyelamatkan klub masa kecilnya dari jurang degradasi.

Jika gagal membawa Santos bertahan di kasta tertinggi, masa depan Neymar bisa semakin tidak menentu.

Beberapa klub MLS bahkan dikabarkan ragu merekrutnya karena kondisi fisiknya yang belum stabil.

Dalam tiga tahun terakhir, Neymar telah melewatkan lebih dari 100 pertandingan akibat cedera yang berulang.

Carlo Ancelotti Buka Suara Soal Peluang Neymar di Piala Dunia 2026

Dua hari sebelum kekalahan Santos dari Flamengo, pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, kembali ditanya mengenai peluang Neymar tampil di Piala Dunia 2026.

Dalam wawancaranya bersama PLACAR, Ancelotti menegaskan bahwa Neymar masih menjadi salah satu opsi untuk memperkuat Brasil tahun depan.

Asalkan bisa mengembalikan performa terbaiknya.

“Wajar jika orang terus menanyakan soal Neymar, karena dia adalah legenda sepak bola Brasil,” ujar Ancelotti.

“Seluruh dunia ingin melihat Neymar kembali ke kondisi fisik terbaiknya. Kami, pelatih dan staf tim nasional, juga berharap dia bisa mencapai level tertingginya lagi," tambah dia.

Pelatih asal Italia itu juga menyinggung soal posisi bermain Neymar yang sebaiknya disesuaikan.

“Kenyataannya, sepak bola modern menuntut banyak hal, bukan hanya bakat. Tapi juga kondisi fisik dan intensitas permainan. Saya berharap Neymar bisa kembali ke level terbaiknya,” kata Ancelotti.

“Dia perlu bermain lebih ke tengah, bukan sebagai pemain sayap. Pemain sayap di sepak bola sekarang juga harus banyak membantu pertahanan. Kalau bermain lebih ke tengah, beban defensifnya akan jauh lebih ringan dibanding bermain di sisi lapangan," imbuhnya.

Statistik dan Tantangan Neymar ke Depan

Sejak meninggalkan Paris Saint-Germain pada 2023, catatan Neymar di Santos belum sepenuhnya memuaskan.

Dia tampil dalam 23 pertandingan dengan torehan 6 gol dan 3 assist dari total 1.090 menit bermain.

Namun, dengan usia yang kini menginjak 33 tahun serta riwayat cedera yang panjang, menjaga kebugaran menjadi tantangan utama bagi Neymar.

Jika dia tidak segera memulihkan performanya, peluang tampil bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 akan semakin kecil.

Antara Emosi, Tekanan, dan Harapan untuk Bangkit

Momen ketika Neymar kesal saat diganti mencerminkan tekanan besar yang kini ia rasakan di penghujung kariernya.

Di satu sisi, dia berusaha membantu Neymar di Santos lepas dari degradasi; di sisi lain, dia juga ingin membuktikan dirinya masih layak membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.

Terlepas dari kontroversi dan cedera yang membayangi, satu hal pasti: dunia sepak bola masih menaruh harapan besar agar Neymar bisa bangkit dan menutup kariernya dengan cerita gemilang, bukan dengan kekecewaan di ruang ganti. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#santos #Juan Pablo Angel #serie A #neymar #brasil #flamengo