RADARTUBAN – Tidak ada eksperimen aneh dari Gennaro Gattuso jelang laga penting kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Pelatih timnas Italia itu tetap setia dengan pakem 4-4-2 andalannya. Formasi klasik tapi bermental baja, dipastikan akan kembali diturunkan saat Gli Azzurri menantang Moldova, Jumat dini hari (14/11) pukul 02.40 WIB.
Menurut laporan Italian Football TV (IFTV) yang dikutip dari sumber tepercaya Gianluca Di Marzio, duet Mateo Retegui dan Giacomo Raspadori akan menjadi tumpuan utama di lini depan.
Kombinasi dua penyerang dengan karakter kontras ini—Retegui yang bertipikal target man dan Raspadori yang lebih mobile—diproyeksikan untuk membongkar pertahanan Moldova yang dikenal rapat dan disiplin.
Tonali Jadi Motor Lini Tengah
Di lini tengah, Davide Frattesi dan Sandro Tonali menjadi motor tenaga dan visi. Sementara sayap akan dihuni Mattia Zaccagni di kiri dan Riccardo Orsolini di kanan—dua pemain yang punya kemampuan eksplosif dalam duel satu lawan satu.
Lini belakang juga menjadi sorotan. Gattuso menurunkan Andrea Cambiaso dan Raoul Bellanova di dua sisi full-back, sementara Matteo Gabbia berduet dengan Alessandro Buongiorno di jantung pertahanan.
Di bawah mistar, seperti biasa, Gianluigi Donnarumma tetap menjadi tembok utama. Penampilan apiknya bersama Manchester City diharapkan menular bersama Timnas Italia.
Ujian Efektivitas Skema Gattuso
Formasi ini menunjukkan bahwa Gattuso tidak sedang mencari-cari jati diri.
Mantan allenatore AC Milan itu tahu, konsistensi dan stabilitas lebih penting daripada eksperimen di fase genting kualifikasi.
“Italia butuh kemenangan, bukan wacana,” tulis IFTV menyoroti keputusan pelatih yang terkenal dengan karakter kerasnya itu.
Dengan gaya permainan yang mengandalkan pressing ketat dan transisi cepat, laga ini akan jadi ujian penting bagi efektivitas skema 4-4-2 versi Gattuso—yang selama ini dinilai lebih pragmatis tapi efektif.
Pertahanan Moldova Dikenal Solid
Moldova memang bukan lawan sekelas Jerman atau Spanyol, tapi di atas kertas mereka punya daya tahan defensif yang sering merepotkan lawan yang terlalu ofensif. Karena itu, efisiensi dan ketajaman lini depan Azzurri akan jadi kunci.
Apalagi, Gattuso sedang dalam tekanan besar setelah kritik datang dari media Italia. Kemenangan akan jadi pembuktian bahwa karakter kerasnya bukan sekadar gaya, tapi filosofi bertarung khas Italia yang kembali dihidupkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni