RADARTUBAN – Di usia 40 tahun, kebanyakan pemain sepak bola sudah pensiun atau sibuk jadi komentator di televisi.
Tapi tidak bagi Luka Modrić. Maestro Kroasia itu masih memimpin lini tengah AC Milan dengan ketenangan dan visi luar biasa.
Kabar terbaru dari jurnalis transfer kenamaan Nicolò Schira menyebutkan bahwa Milan berniat memperpanjang kontrak Modrić hingga 2027. Padahal, kontraknya saat ini baru akan habis pada 2026.
Artinya, jika diperpanjang, sang gelandang akan tetap bermain di level tertinggi Eropa hingga usia 42 tahun—sebuah pencapaian yang nyaris tak masuk akal.
Masih Jadi Kunci Allegri
Pelatih Massimiliano Allegri disebut sangat bergantung pada Modrić musim ini. Dengan pengalaman dan kecerdasannya, eks kapten Real Madrid itu menjadi poros penting dalam sistem permainan Rossoneri.
Modrić bukan sekadar pengatur tempo, tapi juga motor penggerak yang menyeimbangkan transisi antara bertahan dan menyerang.
“Modrić memberi kami kendali dalam setiap pertandingan. Dia tahu kapan harus memperlambat, kapan mempercepat, dan itu tak ternilai,” ujar Allegri dalam sebuah wawancara pasca laga Serie A beberapa waktu lalu.
Statistik juga mendukungnya: tingkat akurasi umpan di atas 90 persen, plus rata-rata dua umpan kunci per laga.
Bagi Milan yang tengah berjuang menyeimbangkan regenerasi skuad dengan ambisi scudetto, Modrić adalah figur mentor dan stabilisator yang tidak tergantikan.
Lebih dari Sekadar Veteran
Kehadiran Modrić di San Siro bukan cuma soal performa di lapangan. Pengaruhnya di ruang ganti disebut luar biasa besar.
Mantan pemain Dinamo Zagreb itu menjadi panutan bagi pemain muda seperti Samuele Ricci, Youssouf Fofana, dan Davide Bartesaghi, yang sering terlihat berdiskusi dengannya dalam sesi latihan.
“Dia datang lebih awal, pulang paling akhir. Kami belajar banyak dari caranya menjaga tubuh dan mental,” kata salah satu staf Milanello seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
Masih Lapar, Masih Elegan
Meski usianya tak muda, Modrić tetap menunjukkan standar profesionalisme tinggi.
Peraih Ballon d'Or 2018 itu menjaga diet ketat, rutin latihan tambahan, dan tetap tampil prima di laga besar.
Musim ini saja, Modrić sudah mencatatkan beberapa asis krusial dalam duel penting Serie A.
Jika benar kontraknya diperpanjang hingga 2027, Luka Modrić bisa mencatat sejarah sebagai salah satu pemain tertua yang masih aktif di level elite Eropa.
Dari Santiago Bernabéu ke San Siro, kisahnya adalah bukti bahwa kelas sejati tak pernah menua. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni