Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Krisis di Sayap Kanan, Xabi Alonso Harus Temukan Formula Baru untuk Real Madrid

Bihan Mokodompit • Kamis, 13 November 2025 | 18:47 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, saat memimpin latihan timnya.
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, saat memimpin latihan timnya.

RADARTUBAN - Real Madrid memulai musim 2025–2026 dengan performa luar biasa di bawah arahan Xabi Alonso.

Tim yang sudah mengoleksi 15 gelar Liga Champions ini sempat mencatat 13 kemenangan dari 14 laga di semua kompetisi.

Namun, dua hasil terakhir sebelum jeda internasional membuat para pendukung mulai resah.

Kekalahan 1–0 di Anfield dan hasil imbang tanpa gol melawan Rayo Vallecano menimbulkan banyak pertanyaan di internal klub.

Beberapa kelemahan mendasar mulai terlihat dan menjadi perhatian utama Xabi Alonso.

Jika tidak segera diperbaiki, Real Madrid terancam gagal mempertahankan dominasinya di La Liga dan Eropa.

Ketidakstabilan di Sektor Kanan Serangan

Salah satu masalah terbesar Real Madrid musim ini terletak di sisi kanan lini serang.

Meskipun memiliki bintang-bintang seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappé, performa dari sektor kanan belum memenuhi ekspektasi.

Alonso sempat mencoba berbagai opsi, mulai dari Brahim Díaz, Arda Güler, Rodrygo, hingga Fede Valverde, tetapi belum ada yang mampu tampil konsisten.

Rodrygo bahkan belum mencetak gol sejak Maret lalu.

Mastantuono, yang sempat menunjukkan potensi, kini harus menepi akibat cedera.

Situasi ini membuat serangan Madrid cenderung berat sebelah ke arah kiri, tempat Vinicius Junior dan Kylian Mbappé sering beroperasi.

Akibatnya, permainan mereka menjadi mudah ditebak dan kehilangan variasi.

Pertahanan Mulai Kehilangan Disiplin

Fokus Xabi Alonso sejak awal musim adalah memperbaiki struktur pertahanan yang sempat rapuh pada musim lalu.

Hasilnya cukup menjanjikan; Los Blancos hanya sekali kebobolan lebih dari satu gol dan sudah mencatat delapan clean sheet.

Namun, dalam beberapa pertandingan terakhir, lini belakang Madrid kembali terlihat ceroboh.

Kedua pemain depan, Vinicius Junior dan Kylian Mbappé, mulai jarang membantu pertahanan.

Akibatnya, Jude Bellingham dan Aurélien Tchouaméni sering harus menutup ruang yang ditinggalkan.

Meski penampilan heroik Thibaut Courtois masih menjadi penyelamat, Alonso menyadari bahwa Real Madrid tidak bisa terus bergantung pada sang kiper.

Minimnya Koneksi antara Vinicius Junior dan Kylian Mbappé

Di awal musim, Kylian Mbappé tampil luar biasa dengan torehan gol beruntun yang menutupi kelemahan Madrid di lini depan.

Namun, ketika produktivitasnya menurun, hubungan antara Vinicius Junior dan Mbappé justru menjadi sorotan.

Keduanya kerap tidak sejalan di lapangan.

Vini sering menggiring bola sendiri alih-alih mengoper, sementara Mbappé lebih memilih menunggu bola di tepi kotak penalti ketimbang menusuk ke dalam.

Kurangnya koneksi antara dua bintang ini membuat serangan Real Madrid mudah dipatahkan lawan, terutama ketika menghadapi tim dengan pertahanan rapat.

Alonso kini harus mencari solusi agar dua pemain terbaiknya itu bisa saling melengkapi, bukan saling meniadakan.

Tanpa chemistry yang baik di lini depan, sulit bagi Real Madrid untuk kembali mendominasi pemtas pentas Eropa maupun La Liga.

Tantangan Yang Nyata

Performa Real Madrid belakangan ini menjadi peringatan bagi Xabi Alonso untuk segera melakukan evaluasi mendalam.

Ketidakstabilan di sisi kanan, menurunnya disiplin pertahanan, dan kurangnya koneksi antara Vinicius Junior serta Kylian Mbappé merupakan tantangan nyata yang harus segera ditangani.

Jika masalah-masalah ini bisa diselesaikan, Real Madrid masih punya peluang besar untuk menutup musim dengan trofi, sekaligus membuktikan bahwa era Xabi Alonso layak menjadi bagian baru dalam sejarah keemasan Los Blancos. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#Real Madrid #Jude Bellingham #Brahim Diaz #xabi alonso #Liga Champions #vinicius junior #penalti #lapangan #eropa #Kylian Mbappe #rayo vallecano