Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tagar #YahyaOut, #EduOut, #UstonOut Menggema: Bonek Tuntut Evaluasi Total Persebaya!

Tulus Widodo • Kamis, 13 November 2025 | 18:44 WIB

 

Ribuan komentar di media sosial menyerukan #YahyaOut, #EduOut, dan #UstonOut, menuntut reformasi total tim Bajul Ijo.
Ribuan komentar di media sosial menyerukan #YahyaOut, #EduOut, dan #UstonOut, menuntut reformasi total tim Bajul Ijo.

RADARTUBAN – Amarah Bonek mulai memuncak. Di tengah performa Persebaya Surabaya yang kembali jeblok di ajang BRI Super League musim ini, suara suporter menggelegar di dunia maya.

Tagar #YahyaOut, #EduOut, dan #UstonOut bertubi-tubi menghujani kolom komentar media sosial resmi klub.

Bukan cuma di akun Instagram dan X (Twitter) resmi Persebaya, gelombang seruan “Out!” juga menggema di berbagai fanspage dan forum komunitas Bonek di Facebook maupun Telegram.

Salah satunya, di media sosial @Persebayaupdate. Isinya seragam: desakan agar manajemen segera mengevaluasi tim—dari level manajer, pelatih kepala, hingga asisten.

Baca Juga: Air Mata Dua Guru Luwu Utara untuk Prabowo: Terima Kasih, Bapak Presiden

Arah Kemarahan: Manajer, Pelatih, dan Asisten

Tagar #YahyaOut ditujukan kepada Yahya Alkatiri, manajer tim yang dianggap gagal mengelola dinamika skuad dan komunikasi dengan suporter.

Sementara #EduOut mengarah pada Eduardo Perez Moran, pelatih kepala asal Spanyol yang belum mampu mengangkat performa Bajul Ijo meski sudah melakoni 10 pertandingan di musim ini.

Tak ketinggalan, #UstonOut pun menyeret nama legenda klub, Uston Nawawi, yang menjabat asisten pelatih.

Para Bonek menilai, kombinasi trio manajemen-teknis itu belum memberikan arah permainan yang jelas maupun semangat khas “Suroboyoan” yang selalu ditunggu di lapangan.

“Mainnya monoton, tidak ada karakter Persebaya yang dulu. Pemain seperti kehilangan nyali,” tulis salah satu akun pendukung di kolom komentar Instagram klub, yang diserbu ribuan reaksi serupa.

Kinerja di Lapangan Jadi Sorotan

Hingga menyelesaikan 10 laga Super League musim ini, Persebaya masih tertahan di papan tengah dengan catatan inkonsisten: menang di kandang tapi kerap kehilangan poin di laga tandang.

Beberapa pertandingan terakhir bahkan menunjukkan tren negatif, membuat kesabaran suporter benar-benar habis.

Dari 10 laga yang sudah dilakoni, Bajol Ijo baru mengumpulkan 15 poin dab berada di peringkat 8. Hasil dari 4 kali menang, 3 kali seri, dan 3 kali kalah.

Persebaya terpaut 15 poin dari Borneo FC yang memuncaki klasemen sementara!

Kritik paling tajam diarahkan pada taktik Eduardo Perez yang dinilai “kering ide” dan tak mampu memaksimalkan potensi pemain muda seperti Dicky Kurniawan dan Roki Chand.

“Kalau terus seperti ini, bisa-bisa musim depan degradasi,” tulis akun @greenholic.id di platform X.

Manajemen Dituntut Bertindak

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen, tekanan publik kian keras. Suara Bonek menuntut adanya evaluasi menyeluruh sebelum tim benar-benar terpuruk lebih dalam.

Beberapa pentolan komunitas suporter bahkan menyerukan aksi damai di depan kantor klub bila tak ada respons dalam waktu dekat.

“Ini bukan sekadar marah karena kalah. Ini panggilan cinta untuk menyelamatkan Persebaya,” ujar akun komunitas @bonek_zone.

Apakah desakan ini akan menggoyahkan kursi trio Yahya–Eduardo–Uston? Ataukah manajemen Bajul Ijo akan tetap bertahan dengan kebijakan sabarnya? Yang jelas, suara Bonek kali ini sudah terlalu keras untuk diabaikan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#YahyaOut #Yahya Alkatiri #Eduardo Perez Moran #Persebaya Surabaya #bonek #UstonOut #EduOut #BRI Super League