RADARTUBAN – Dari semua statistik yang bertebaran di pekan ke-11 Serie A 2025/26, ada satu angka yang langsung membuat alis naik: 5. Itu bukan jumlah kemenangan, bukan pula selisih gol.
Itu adalah jumlah kebobolan AS Roma—yang saat ini resmi menjadi pertahanan paling kokoh di Italia.
Sumber datanya jelas dan kredibel: Lega Serie A via akun X resmi @SerieA_EN.
Di tabel klasemen sementara, Roma memang masih berbagi pucuk dengan Inter lewat koleksi 24 poin.
Tapi kalau bicara soal kedisiplinan belakang, tim berjuluk Serigala Ibu Kota itu jauh meninggalkan para pesaing.
Sementara Inter tampak perkasa di puncak, Roma diam-diam membangun reputasi baru: tim yang paling sulit ditembus.
Benteng Roma: Hanya 5 Gol Masuk, Sisanya Mental
Statistik dari Lega Serie A menunjukkan daftar lima tim dengan pertahanan tersolid:
AS Roma – 5 kebobolan
Como 1907 – 6
Bologna – 8
Lazio – 9
AC Milan – 9
Angka itu bukan sekadar barisan data. Itu cermin bahwa struktur serangan lawan sering mentok di area yang dijaga rapat oleh kombinasi center-back bertenaga, gelandang bertahan yang disiplin, dan reaksi kiper yang presisi.
Dan yang paling mencolok, Roma menjaga kestabilan ini saat persaingan papan atas sedang sengit-sengitnya.
Tembok mereka bukan hanya dibangun dari taktik, tetapi juga dari soliditas emosional.
Inter Masih di Atas, Tapi Ada Catatan Penting
Inter tetap bertengger di posisi pertama dengan 26 gol memasukkan dan 12 kebobolan.
Mereka tampil sebagai tim paling produktif sejauh ini, tetapi angka kebobolan dua digit membuat perbandingan dengan Roma terlihat timpang.
Dari sisi poin, keduanya sama kuat. Tapi dari sisi detail teknis—yang biasanya menentukan gelar juara pada akhirnya—Roma memegang kartu yang sangat penting: mereka hampir tidak memberikan ruang bagi kesalahan.
Sementara itu Milan dan Napoli sama-sama mengoleksi 22 poin, tetapi kebobolan mereka sudah mencapai 9 dan 10 gol.
Perbedaan kecil yang bisa sangat berarti saat memasuki fase penentuan nanti.
Tim Kejutan: Como dan Bologna Ikut Masuk Radar
Como 1907, tim yang awalnya diprediksi hanya akan bertahan hidup, mengejutkan banyak pihak dengan barisan pertahanan yang hanya kebobolan 6 gol.
Klub milik Djarum Group itu kini bertengger di peringkat 7 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 18 poin.
Sementara Bologna mempertahankan konsistensi mereka setelah musim lalu tampil mencolok—kali ini dengan 8 kebobolan dan 21 poin.
Keduanya belum menjadi pemburu scudetto, tetapi kualitas pertahanan mereka menunjukkan bahwa kompetisi musim ini jauh dari kata monoton.
Persaingan Makin Ketat, Tapi Satu Hal Sudah Jelas
Jika Serie A musim 2025/26 dianalogikan seperti lomba maraton, maka saat ini semuanya masih berlari dalam kelompok besar.
Tapi Roma sudah memberikan sinyal bahwa mereka punya stamina mental dan keseimbangan tim yang lebih mapan dibandingkan rival-rivalnya.
Inter memimpin. Roma paling kedap. Napoli dan Milan masih memburu. Como dan Bologna mengintai dari kejauhan. Juventus? Bianconeri sementara masih berada di peringkat 6 dan bersama pelatih anyar Luciano Spalletti berusaha mengintip peluang untuk menembus papan atas.
Dan dari minggu ke minggu, satu pertanyaan makin sering terdengar: Siapa yang lebih konsisten: tim paling produktif atau tim paling sulit ditembus?
Musim masih panjang. Tapi kalau angka tidak berbohong, Roma sedang membangun sesuatu yang tidak bisa diabaikan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni