RADARTUBAN - Kasus Lisa Benn di Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) menjadi sorotan publik setelah laporan muncul mengenai dugaan perlakuan tidak adil terhadap wasit Women’s Super League (WSL) tersebut.
Dalam perkara yang kini memasuki tahap persidangan, sejumlah fakta baru mendorong tuntutan Benn untuk mencari keadilan atas keputusan yang diyakininya berdampak besar pada karier profesionalnya.
Dugaan Perlakuan Tidak Adil dan Latar Belakang Kasus
Wasit Lisa Benn mengajukan gugatan setelah merasa disisihkan secara sistematis dari berbagai peluang penting, terutama kesempatan mempertahankan posisinya dalam daftar FIFA.
Dia menilai keputusan internal PGMOL berubah setelah dirinya melaporkan dugaan tindakan tidak pantas dari Steve Child, mantan asisten wasit Premier League yang juga merupakan pelatih dalam organisasi tersebut.
Dalam laporannya, Lisa Benn menyatakan dirinya “secara fisik diperlakukan kasar” dan “diancam” oleh Child pada sebuah kegiatan resmi pada 2023.
Insiden itu terjadi saat sejumlah ofisial WSL mengikuti program untuk memperoleh pengalaman terkait penggunaan VAR.
Sementara itu, PGMOL menegaskan bahwa hasil investigasi internal menunjukkan perilaku Child tidak memenuhi syarat untuk dijatuhi tindakan disipliner.
Pada titik ini, muncul perdebatan mengenai transparansi dan independensi lembaga tersebut.
Peran Howard Webb dan Perubahan Karier Wasit
Nama Howard Webb ikut menjadi perhatian publik lantaran ia, bersama istrinya Bini Steinhaus-Webb, disebut terlibat dalam keputusan yang mempengaruhi arah karier Benn.
Meski Howard Webb membantah ada tindakan represif, dokumen internal yang terungkap dalam laporan The Telegraph menunjukkan bahwa ia terlibat dalam proses perubahan daftar nominasi FIFA 2023.
Akibat keputusan itu, Lisa Benn tidak masuk dalam lima nama yang diajukan ke FIFA.
Meskipun sebelumnya dia berada di peringkat kelima dari daftar resmi WSL.
Dampaknya signifikan: dia kehilangan pendapatan tahunan senilai £20.000 dari PGMOL dan terpaksa kembali bergantung pada bayaran per pertandingan.
Gugatan Hukum dan Implikasi untuk Dunia Perwasitan
Melalui pengadilan ketenagakerjaan di Croydon, Lisa Benn menggugat PGMOL dengan tuduhan diskriminasi, viktimisasi, pelecehan, pemecatan tidak adil, serta pemotongan upah yang dianggap tidak sesuai hukum.
Dalam persidangan yang dimulai Senin, 17 November, Howard Webb diperkirakan akan memberikan kesaksian membela lembaganya.
Kasus ini turut membuka diskusi lebih luas mengenai profesionalisme, independensi, dan mekanisme pengawasan dalam sistem perwasitan Inggris.
Bagi publik, persidangan ini menjadi ujian atas komitmen PGMOL dalam menjaga etika, keadilan, dan standar profesional.
Perkembangan kasus Lisa Benn di PGMOL tidak hanya relevan bagi komunitas wasit, tetapi juga penting bagi publik yang menuntut transparansi dan integritas dalam dunia olahraga.
Dengan kehadiran Howard Webb di pengadilan dan pembelaan resmi dari PGMOL, hasil persidangan ini diyakini akan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap tata kelola perwasitan di Inggris. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama