Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inggris Gebrak Eropa: Sepuluh Laga Tanpa Bobol, Rekor Spanyol Kini Terancam!

Tulus Widodo • Senin, 17 November 2025 | 23:30 WIB

 

Three Lions tampil tak tersentuh dengan 10 laga tanpa kebobolan. Kini Inggris hanya selangkah lagi pecahkan rekor Spanyol.
Three Lions tampil tak tersentuh dengan 10 laga tanpa kebobolan. Kini Inggris hanya selangkah lagi pecahkan rekor Spanyol.

RADARTUBAN - Timnas Inggris sedang berada pada fase yang tak hanya solid—tapi nyaris tak tersentuh.

Dalam sepuluh laga kompetitif terakhir, gawang mereka tetap suci, tanpa sebutir gol pun bersarang. Rentetan ini membuat mereka menyamai rekor milik Spanyol yang bertahan sejak 2014–2016.

Data itu dipublikasikan akun X Squawka, salah satu sumber statistik paling kredibel di sepak bola modern.

Serangkaian skor yang mereka torehkan bukan sekadar menunjukkan pertahanan kuat—tapi konsistensi mental yang jarang terlihat pada level tim nasional:

- Yunani vs Inggris : 0 - 3

- Inggris vs Irlandia : 5 - 0

- Inggris vs Albania : 2 - 0

- Inggris vs Latvia : 3 - 0

- Andorra vs Inggris : 0 - 1

- Inggris vs Andorra : 2 - 0

- Serbia vs Inggris : 0 - 5

- Latvia vs Inggris : 0 - 5

- Inggris vs Serbia : 2 - 0

- Albania vs Inggris : 0 - 2

Daftar itu memunculkan satu kesan tegas: Inggris di era pelatih Thomas Tuchel tidak sedang “beruntung”. Mereka sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari itu.

Bukan Sekadar Statistik, tapi Identitas Baru

Yang menarik, Inggris tidak hanya menang—mereka menang sambil menjaga kontrol.

Tidak ada laga yang berakhir tipis dengan pola bertahan total. Mayoritas berakhir dengan dominasi skor, ritme, dan struktur permainan.

Di balik barisan belakang yang tampil disiplin, terlihat pula evolusi karakter yang selama ini hilang ketika turnamen besar datang: ketenangan.

Para bek tak lagi tampak panik dalam tekanan, para gelandang tidak sembarang membuang bola, dan kiper berdiri sebagai figur yang memberi keyakinan penuh.

Jika Spanyol membangun rekor mereka di era emas penuh teknik dan penguasaan bola absolut, Inggris mencapainya lewat kombinasi fisik, taktik, dan konsistensi yang dingin. Dua jalur berbeda, satu nilai yang sama: stabilitas.

Desakan Publik dan Ekspektasi Baru

Setiap kali Inggris menunjukkan grafik menanjak, ekspektasi publik langsung melonjak.

Namun sepuluh clean sheet beruntun bukan prestasi yang muncul karena euforia sesaat. Ini pola. Ini standar baru. Dan ketika standar itu terbentuk, tekanan berbalik ke Inggris: mampukah mereka melampaui rekor Spanyol dan menjadikannya milik sendiri?

Saat ini, atmosfer di Inggris mulai berubah. Fans melihat peluang. Media mulai bersuara lebih optimistis. Para pemain terlihat matang dan tidak mudah terprovokasi, seolah sadar bahwa fondasi yang mereka bangun ini harus dijaga, bukan hanya dirayakan.

Menuju Rekor Baru?

Form yang oleh Squawka disebut unstoppable itu kini menghadirkan persimpangan penting.

Laga berikutnya bukan hanya soal menang—tapi tentang sejarah. Rekor akan bergeser, dan Inggris berada satu langkah dari halaman baru dalam catatan sepak bola Eropa.

Jika tembok itu belum retak di laga selanjutnya, maka Spanyol tak lagi sendiri di puncak.

Inggris akan berdiri di sana—bukan sebagai penantang, tetapi pewaris era baru pertahanan modern.

Dan jika itu terjadi, dunia sepak bola mau tak mau harus mengakui: Three Lions bukan lagi tim penuh bakat yang sering mengecewakan.

Mereka telah berubah menjadi mesin yang tahu cara menjaga diri tetap tak tersentuh. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#spanyol #Three Lions #eropa #rekor #timnas inggris