Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Klasemen Liga 2 Championship Memanas: Gol Telat Ubah Peta Persaingan, PSS dan Barito Tak Terkejar

Tulus Widodo • Selasa, 18 November 2025 | 15:01 WIB
Liga 2 memanas usai dua gol telat, PSS dan Barito tak terbendung di puncak klasemen.
Liga 2 memanas usai dua gol telat, PSS dan Barito tak terbendung di puncak klasemen.

RADARTUBAN - Liga 2 Championship kembali menyuguhkan drama menegangkan yang terasa sampai ke bangku penonton.

Dua laga di Grup Timur pada matchday ke-11 sama-sama diputuskan lewat gol sangat telat—sebuah cermin betapa kompetisi ini kian sadis pada tim yang lengah sedetik saja.

Di Sleman, PSS harus memeras seluruh tenaga untuk membalik keadaan atas Persiku Kudus.

Igor Henrique sempat membuat Persiku di atas angin lewat gol menit 10, tetapi Junior Haqi menampar ritme laga di menit 49.

Pertandingan yang seolah akan berakhir sama kuat berubah liar ketika Irvan Mofu datang seperti hantaman ombak malam: gol menit 90+8 yang merobek asa Persiku.

Stadion Maguwoharjo bergemuruh, Persiku tetunduk, dan Liga 2 kembali menunjukkan wajah kejamnya.

Di Palu, Persipal sebenarnya tinggal menghitung detik menuju kemenangan perdana.

Risqki Utomo membawa tuan rumah memimpin sejak menit 30, tetapi Persiba Balikpapan menolak pulang tanpa poin.

Takumu Nishihara yang musim ini sedang panas-panasnya kembali jadi penyelamat lewat gol 90+2—buah dari determinasi yang tak pernah padam.

Skor 1-1 menahan laju keduanya di papan bawah Grup Timur.

Grup Barat: Garudayaksa Masih Jadi Penguasa, Sriwijaya Tenggelam

Di Grup Barat, Garudayaksa masih menunjukkan ritme seperti tim yang sudah hafal bagaimana cara menekan, menahan, dan membunuh laga.

23 poin dari 10 pertandingan menegaskan mereka bukan hanya pemimpin klasemen—mereka fondasi stabil di grup yang penuh jebakan.

Adhyaksa terus membuntuti dengan 19 poin, sementara Sumsel United (17 poin) menjaga asa meski masih tersandung inkonsistensi.

Bekasi City (15 poin), PSMS Medan (13 poin), dan PSPS Pekanbaru (13 poin) hidup dalam ruang yang sama: tidak buruk, tetapi terlalu rapuh untuk bersaing hingga puncak.

Di dasar klasemen, Sriwijaya FC Palembang menjadi cerita paling pahit. Tanpa kemenangan dalam 10 laga dan hanya mengoleksi 2 poin, Laskar Wong Kito terperosok seperti tim yang kehilangan arah dan kepercayaan diri dalam satu paket lengkap.

Baca Juga: Liga 2 Pegadaian Championship Kian Panas: Duel Ketat, Gol Bertebaran, Perebutan Tiket Super League Makin Seru!

Grup Timur: PSS–Barito Jadi Duel Dua Raksasa Baru

Grup Timur bergerak seperti dua kuda balap yang sama-sama menolak melepas pelana.

PSS dengan 26 poin dan Barito Putra dengan koleksi 25 poin menjadi orbit yang menyedot seluruh perhatian.

Di belakang mereka, Persipura Jayapura dan Persela Lamongan yang sama-sama mengoleksi 20 poin masih cukup konsisten untuk menjaga jarak.

Tetapi kedalaman skuad serta ketajaman lini depan jadi penentu apakah mereka mampu mendekat di putaran berikutnya.

Persiba, Persiku, Persipal, dan PSIS Semarang sebaliknya terus bergelut dengan tekanan degradasi.

Persipal menjadi tim yang paling sering “nyaris menang” tetapi gagal mengunci laga—kombinasi yang bisa sangat mahal di kompetisi panjang seperti ini.

Kondisi paling tragis dialami PSIS Semarang. Laskar Mahesa Jenar terbenam di dasar klasemen dengan koleksi hanya 2 poin!

Dari 10 pertandingan yang sudah dilakoni, belum sekalipun merasakan kemenangan.

Bayang-bayang degradasi ke Liga 3 semakin dekat ke tim legendaris asal Semarang itu.

Top Skor: Tocantins Memimpin, Igor dan Takumu Menguntit

Persaingan pencetak gol pun tak kalah garang. Gustavo Tocantins (PSS Sleman) memimpin daftar top skor dengan 10 gol, bermain seperti penyerang yang tahu betul bahwa setiap sentuhan bisa menjadi penentu nasib klubnya.

Di bawahnya, Igor Henrique (Persiku) terus menjaga marwah tim meski hasil pertandingan tak memihak.

Sementara Takumu Nishihara (Persiba)—yang kembali mencetak gol penyeimbang di menit akhir—mulai menunjukkan naluri predator yang tak bisa dianggap remeh.

Nama-nama seperti Adilson Silva, Makan Konaté, Renan Alves, hingga Connor Flynn-Gillespie juga terus meramaikan papan pencetak gol, membuat Liga 2 Championship terasa seperti panggung yang tak pernah tidur.

Baca Juga: Drama Panas Pegadaian Championship Liga 2! PSS Sleman Sikat Persiku, Deltras Tumbang di Kandang, Persiba Menang Thriller 3-2

Peta Promosi dan Degradasi: Ruang Bernapas Makin Sempit

Dengan tiga putaran panjang (27 laga per tim), hitung-hitungan menuju Super League mulai tampak jelas:

- Juara Grup langsung promosi dan saling bertemu di Grand Final.

- Runner-up Grup bentrok untuk memperebutkan satu tiket promosi terakhir.

- Peringkat 9 masing-masing grup bertarung selamatkan diri dari degradasi.

- Juru kunci otomatis turun ke Liga 3.

Setiap poin kini terasa seperti barang berharga. Setiap gol telat bisa mengubah nasib.

Dan setiap pertandingan bisa menjadi malam yang menentukan masa depan klub.

Liga 2 Championship belum memasuki klimaksnya, tetapi tensinya sudah seperti final berulang.

Kompetisi ini memang tidak pernah memberi ruang untuk tim yang setengah hati.

Daftar Pencetak Gol :

10 gol - Gustavo Tocantins (PSS)

9 gol - Igor Henrique (Persiku)

8 gol - Adilson Silva (Adhyaksa), Takumu Nishihara (Persiba)

6 gol - Makan Konaté (Adhyaksa), Renan Alves (Barito), Enzo Célestine (Persikad), Connor Flynn-Gillespie (Persiraja)

5 gol - Everton (Garudayaksa), Jonathan Bustos (Persela), Frédéric Injaï (PSS)

4 gol - Jaime Moreno (Barito), Neville Tengeg (Deltras), Vicente Concha, Ryu Seung-woo (Garudayaksa), Risqki Utomo (Persipal), Matheus Silva (Persipura)

3 gol - Ferdiansyah (Barito), Ramadhan, Ezechiel N'Douassel (Bekasi), Hamzah Titofani, Rian Lopes (Deltras), Rocky Mandosir (Persekat),Hamzah Deva (Persikad), Ramai Rumakiek (Persipura), Felipe Cadenazzi (PSMS), Cristian Alex, Asir Asiz, Reyhan Firdaus (PSPS), Juninho Cabral, Kahar Kalu (Sumsel), Vieri Ariyanto (Sriwijaya), Patrick Cruz (Tornado)

2 gol - Fadly, Renan Silva (Bekasi), Decho Zacky, Adittia Gigis, Asep Berlian, Taufik Hidayat (Garudayaksa), Jhon Mena, Sadewa (Persela), Kaio Lucas (Persekat), Kodai Nagashima (Persiba), Matheus Machado (Persiraja), Rudiyana, Ari Maring, Rifal Lastori (PSMS), Hari Nur Yulianto (PSPS), Cleberson, Irvan Mofu (PSS), Diego Dall’oca, Aziz Hutagalung (Sumsel), Al Muzanni (Sriwijaya), Kushedya Hari Yudo, Dimas Sukarno, Felipe Ryan (Tornado). (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Grup Timur #pss #psis semarang #barito #Liga 2 Championship #Klasmen liga 2