Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kalender Kick off MLS Berubah, Bagaimana Nasib Klub-Klub Beriklim Dingin?

Bihan Mokodompit • Rabu, 19 November 2025 | 02:10 WIB
Ilustrasi lapangan bola di MLS yang beriklim dingin
Ilustrasi lapangan bola di MLS yang beriklim dingin

RADARTUBAN - Perubahan Kalender MLS menjadi sorotan besar dalam dunia sepak bola Amerika Utara.

Kebijakan baru ini membawa dampak langsung bagi klub, terutama mereka yang berada di wilayah bersuhu ekstrem.

Dengan format kompetisi yang kini mengikuti kalender Eropa, liga menegaskan upayanya meningkatkan daya saing dan memaksimalkan peluang transfer dalam ekosistem sepak bola global.

Alasan MLS Menyamakan Jadwal dengan Liga-Liga Top Dunia

Sebagai bagian dari transformasi kompetisi, MLS menilai penyesuaian kalender akan membuka ruang lebih besar untuk aktivitas transfer dan keikutsertaan dalam turnamen internasional.

Selain itu, babak playoff kini digeser ke musim semi, periode yang dianggap lebih ideal karena cuaca lebih bersahabat dan tidak berbenturan dengan agenda olahraga domestik lain.

Komisaris liga, Don Garber, menegaskan bahwa perpindahan jadwal tidak seberat yang dibayangkan.

“Ini tidak seheboh yang dipikirkan banyak orang. Saat kami menjalani proses ini, 92% jadwal sebenarnya berada pada jendela waktu yang sama,” ujarnya.

Garber juga menyebut bahwa beberapa laga di bulan November dan Desember sebelumnya pun sudah pernah berlangsung dalam kondisi suhu ekstrem.

Respons Klub Beriklim Dingin Menghadapi Perubahan

Bagi sejumlah klub beriklim dingin, konsekuensi dari Perubahan Kalender MLS memang tidak bisa dihindari.

CF Montréal menjadi salah satu tim yang harus menyesuaikan diri, terutama karena suhu kota yang kerap berada di bawah titik beku. Meski demikian, mereka melihat masih banyak bagian jadwal yang tidak berubah.

General manager mereka, Gabriel Gervais, menyatakan bahwa sebagian besar tanggal pertandingan tetap berada dalam rentang yang sama.

“Dengan jadwal internasional yang dimulai pada Juli dan berakhir pada Mei, memang ada lebih banyak tanggal pertandingan di iklim dingin kami… tetapi hal itu tidak terlalu mengubah realitas kami,” ungkapnya.

Toronto FC juga menyambut optimisme serupa. Mereka memandang bahwa keselarasan dengan jadwal internasional justru membuka peluang yang lebih baik dalam bursa transfer.

Dalam pernyataan resmi klub, mereka menegaskan bahwa manfaat jangka panjang lebih besar dibanding kendala cuaca.

Dinamika Cuaca Ekstrem di Wilayah Utara

Minnesota United menjadi salah satu tim yang paling mendapat sorotan karena berada di wilayah yang terkenal dengan musim dinginnya.

Sang direktur olahraga, Khaled El-Ahmad, menyebut bahwa akan ada evaluasi lanjutan terkait fasilitas dan strategi penjadwalan.

“Keputusan ini masih sangat baru, jadi hal-hal seperti area pemanas akan dibahas setelah semuanya stabil,” katanya.

Sementara itu, Chicago Fire memilih melihat peluang jangka panjang, terutama dalam mendatangkan pemain baru. Dengan jadwal yang selaras dengan liga global, kebutuhan integrasi pemain kini lebih mudah diatur.

Penyesuaian Jangka Panjang Menuju Era Baru MLS

Perubahan Kalender MLS mulai diterapkan sepenuhnya pada musim 2027–28.

Sebelum itu, liga memberikan masa transisi agar klub dapat mempersiapkan infrastruktur maupun skema pertandingan.

Dalam konteks profesionalisme, transparansi, dan keseimbangan pemberitaan, langkah perubahan ini mencerminkan upaya liga untuk tetap relevan secara global tanpa mengabaikan realitas geografis yang dihadapi klub beriklim dingin.

Dengan sinkronisasi terhadap jadwal internasional, MLS berharap kompetisi dapat tumbuh lebih matang, kompetitif, dan berpengaruh dalam lanskap sepak bola dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jadwal baru #Kalender MLS #Cuaca Ekstrem #bursa transfer #toronto fc #Minnesota United