Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kartu Merah Dipersoalkan, Portugal Berjuang Pangkas Hukuman Cristiano Ronaldo

Bihan Mokodompit • Rabu, 19 November 2025 | 15:07 WIB
Cristiano Ronaldo bakal mendapatkan pembelaan dari federasi Sepakbola Portugal untuk banding.
Cristiano Ronaldo bakal mendapatkan pembelaan dari federasi Sepakbola Portugal untuk banding.

RADARTUBAN - Polemik seputar Larangan Cristiano Ronaldo terus bergulir setelah sang megabintang menerima kartu merah saat Portugal menghadapi Republik Irlandia.

Insiden tersebut membuat diskusi panjang di internal Federasi Portugal, yang kini berusaha keras menyusun argumen agar hukuman terhadap kapten tim nasional itu bisa dipangkas.

Selain berdampak pada persiapan tim menuju turnamen besar, kasus ini juga memunculkan berbagai pandangan soal keputusan wasit dan dinamika pertandingan.

Suasana Pertandingan yang Dianggap Tidak Bersahabat

Salah satu sisi pembelaan dari Federasi Portugal adalah klaim mengenai suasana di Dublin yang disebut tidak bersahabat.

Menurut mereka, tekanan dari penonton dan komentar pelatih Irlandia, Heimir Hallgrímsson, turut memengaruhi jalannya laga.

Menariknya, sebelum pertandingan dimulai, Ronaldo justru sempat memancing reaksi tuan rumah dengan mengatakan bahwa dirinya sudah terbiasa mendapat sorakan.

“Aku sudah terbiasa dengan hal itu,” ujarnya tanpa ragu.

Pernyataan Hallgrímsson juga menjadi sorotan dalam Pembelaan Ronaldo.

Dia menilai Ronaldo sudah memengaruhi wasit pada pertemuan sebelumnya.

Setelah kartu merah dijatuhkan, Ronaldo disebut datang menghampirinya.

Dia bahkan mengulang komentarnya tanpa perubahan: “Dia memuji aku karena telah memberi tekanan kepada wasit… Padahal sebenarnya itu nggak ada hubungannya sama aku—kecuali kalau aku memang berhasil masuk ke pikirannya.”

Kutipan tersebut menjadi bagian penting dalam proses verifikasi yang dilakukan media serta menjadi bahan analisis dalam laporan resmi.

Pertikaian yang Dinilai Bermula dari Provokasi

Argumen kedua dari Federasi Portugal menyoroti bahwa insiden tersebut merupakan lanjutan dari dorongan yang diterima Ronaldo terlebih dahulu.

Tayangan ulang memperlihatkan reaksi spontan sang pemain setelah benturan dengan Dara O’Shea.

Dalam kerangka jurnalisme yang adil dan berimbang, penting untuk melihat bahwa bagian ini juga menjadi salah satu pilar Pembelaan Ronaldo di hadapan otoritas disiplin.

Visual dari insiden tersebut menunjukkan bahwa Kartu Merah Ronaldo diputuskan setelah wasit Glenn Nyberg meninjau ulang melalui VAR.

Namun, dari perspektif Portugal, tindakan tersebut lebih mencerminkan frustrasi dibandingkan kekerasan yang disengaja.

Karena itu, mereka menilai ada ruang untuk mempertimbangkan ulang beratnya hukuman.

Rekam Jejak yang Dijadikan Dasar Keringanan

Poin terakhir yang dianggap paling kuat oleh para pejabat Federasi Portugal adalah fakta bahwa ini merupakan kartu merah pertama Ronaldo dalam karier internasionalnya.

Selama dua dekade dan 226 pertandingan bersama Portugal, dia hampir tidak pernah terlibat insiden serupa.

Namun dalam konteks profesional, media tetap perlu menekankan bahwa Kartu Merah Ronaldo ini sebenarnya menjadi yang ke-13 dalam total kariernya di klub maupun tim nasional.

Meskipun demikian, Pembelaan Ronaldo tetap menekankan bahwa rekam jejak panjang tanpa insiden di pentas internasional layak menjadi pertimbangan dalam mengurangi durasi Larangan Cristiano Ronaldo. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#irlandia #Cristiano Ronaldo #kartu merah #turnamen #portugal