RADARTUBAN – Seolah tak pernah benar-benar lepas dari bayang-bayang kecemasan, Italia kembali duduk di kursi panas playoff Piala Dunia.
Undian resmi zona Eropa untuk Piala Dunia 2026—dirilis oleh akun X Fabrizio Romano—menegaskan satu hal: jalan Azzurri lagi-lagi tidak mulus.
Mereka dipertemukan dengan Irlandia Utara, lawan yang pada pandangan pertama mungkin tampak aman, namun sejarah mengajarkan bahwa tak ada lawan kecil di laga penentuan.
Italia di Persimpangan: Trauma yang Masih Mengendap
Dua edisi Piala Dunia sebelumnya gagal diikuti Italia. Luka itu belum sembuh. Dan kini, mereka berdiri tepat di tikungan yang sama.
Paceklik tampil di ajang paling bergengsi dunia membuat atmosfer di publik Italia lebih seperti menahan napas panjang, bukan percaya diri membuncah.
Irlandia Utara memang bukan Swedia atau Makedonia Utara—dua nama yang memupus harapan Italia pada 2018 dan 2022—tetapi playoff selalu punya logika sendiri: kesalahan sekecil apa pun bisa mencabut tiket ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Peta Pertarungan Playoff: Lintasan yang Penuh Jerat
UEFA membagi playoff menjadi empat jalur, dan masing-masing berisi dua semifinal. Setiap jalur melahirkan satu tiket Piala Dunia. Berikut hasil undian resmi:
Jalur 1
Italia vs Irlandia Utara
Wales vs Bosnia Herzegovina
Jalur 2
Ukraina vs Swedia
Polandia vs Albania
Jalur 3
Turki vs Rumania
Slovakia vs Kosovo
Jalur 4
Denmark vs Makedonia Utara
Republik Ceko vs Republik Irlandia
Dari komposisi ini, hanya satu kata yang pantas: ketat. Tak ada jalur yang benar-benar “ramah tamah”. Bahkan raksasa sekalipun harus bekerja dua kali lipat.
Italia, Jalan Sunyi yang Harus Dilalui
Italia di bawah pelatih Gennaro Gattuso datang dengan beban reputasi dan tuntutan.
Setiap pemain paham: lolos adalah harga mati. Kemenangan bukan hanya soal pertandingan, tapi identitas.
Namun Irlandia Utara bukan tim yang menyerah sebelum bertarung. Mereka bermain sederhana, keras, direct, andal dalam duel udara—gaya yang kerap menyulitkan Italia yang cenderung mengandalkan dominasi bola.
Azzurri wajib tampil tanpa keraguan dan tanpa kealpaan. Satu gol kebobolan, satu kelengahan di lini tengah, satu bola mati yang tak dijaga rapi—semuanya bisa berakhir menjadi headline muram yang sama seperti 2017 dan 2021.
Eropa Menggigil, Italia Menahan Nafas
Playoff bukan sekadar pertandingan. Ini ritual gugup tahunan yang hanya ditempati mereka yang gagal menyelesaikan pekerjaan di fase grup.
Namun bagi Italia, playoff telah berubah menjadi labirin yang tak mereka minta, tetapi harus mereka menangkan. (*)
Lawan pertama mereka adalah Irlandia Utara. Tapi musuh sebenarnya? Trauma.
Dan itulah yang harus ditaklukkan sebelum mereka bicara tentang tiket ke Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni