RADARTUBAN - Hubungan Sadio Mane dan Mohamed Salah kembali menjadi perbincangan setelah mantan winger Liverpool itu menceritakan sisi lain kedekatan mereka yang sempat memanas.
Dalam beberapa musim terakhir, Hubungan Sadio Mane dan Mohamed Salah memang menjadi sorotan publik, terutama setelah Insiden Burnley yang memperlihatkan ekspresi marah Mane di bangku cadangan.
Momen tersebut sempat memunculkan anggapan bahwa ada ketegangan di antara dua pemain penting ini.
Baca Juga: Fans Liverpool Soroti Arne Slot Usai Aksi Gemilang Mohamed Salah Bersama Mesir
Ketegangan di Lapangan yang Tak Mengganggu Profesionalisme
Meski sering digambarkan tidak akur, Sadio Mane dan Mohamed Salah tetap menjadi duet mematikan di lini depan Liverpool.
Dalam lima tahun kebersamaan mereka, keduanya menghasilkan 22 kombinasi gol, sebuah pencapaian yang menegaskan peran penting mereka bagi klub.
Namun seperti yang pernah diakui Salah kepada L'Equipe, tetap ada “tension” yang muncul karena ambisi masing-masing.
“Tapi lihat, kami tetap profesional sampai akhir, dan saya rasa itu tidak memengaruhi tim,” ujar Mohamed Salah.
Ia juga menambahkan bahwa di luar lapangan, mereka tidak terlalu dekat, tetapi tetap saling menghormati.
Pernyataan ini sekaligus membuktikan bahwa rasa kompetitif tidak selalu berujung pada permusuhan.
Mane Mengulas Kembali Insiden Burnley
Dalam perbincangannya di podcast Rio Ferdinand Presents, Sadio Mane menceritakan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi pada Insiden Burnley, momen yang paling banyak disalahpahami oleh publik.
"Saya benar-benar sangat marah setelah pertandingan melawan Burnley," kata Mané. Ia kemudian menjelaskan bagaimana Mohamed Salah menemuinya keesokan hari untuk meminta waktu berbicara dan meluruskan kesalahpahaman.
Salah mengatakan, “Kau pikir aku tidak mau mengoper kepadamu? Aku bahkan tidak mencetak gol, justru Bobby yang mencetaknya. Tapi saat aku mendapat bola, aku sama sekali tidak sedang memikirkan atau melihatmu untuk dioper… kalau aku bisa mengoper dan aku melihatmu, tentu akan kulakukan.”
Menurut Mane, amarahnya kala itu lebih karena melihat peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan.
Meski begitu, ia menerima klarifikasi tersebut. Bahkan, ia menegaskan bahwa peristiwa itu justru membuat Hubungan Sadio Mane dan Mohamed Salah semakin kuat.
Momen yang Justru Menguatkan Kerja Sama
Sadio Mane mengakui bahwa sejak hari itu, ia dan Salah menjadi lebih dekat secara profesional. Baginya, tindakan Salah bukan hal yang bersifat pribadi, melainkan dorongan alami seorang penyerang yang ingin mencetak gol.
"Saya rasa sejak hari itu, kami menjadi semakin dekat," katanya. Mane juga menambahkan bahwa ia memahami ambisi Salah sebagai top scorer dan siap membantu selama berada di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa, meski terjadi Insiden Burnley, sinergi keduanya tetap terjaga.
Kerja Sama yang Tidak Selalu Terlihat Publik
Menariknya, ketika ditanya soal rekan terbaik sepanjang kariernya, Mane tidak menyebut Salah maupun Firmino.
Ia justru memilih Andy Robertson. Menurut Sadio Mane, kolaborasi dengan Robertson terasa sangat natural sejak awal. Keduanya saling melengkapi, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Pernyataan ini semakin menunjukkan bahwa dinamika hubungan antar pemain tidak selalu sesederhana yang terlihat di kamera.
Meski demikian, kontribusi Mane dan Salah terhadap Liverpool tetap tidak tergantikan, dan Hubungan Sadio Mane dan Mohamed Salah tetap menjadi bagian penting dari sejarah klub tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni