RADARTUBAN - Kinerja lini depan kembali menjadi sorotan setelah Kritik Savinho Manchester City mencuat di berbagai platform daring.
Pada laga Liga Champions tersebut, sejumlah pendukung menilai performa sang winger belum memenuhi ekspektasi, terutama di tengah kebutuhan tim untuk bangkit dalam persaingan Eropa.
Dalam pertandingan itu, situasi sulit tak hanya menimpa Savinho, tetapi juga memengaruhi alur permainan secara keseluruhan.
Baca Juga: Bocoran Gaji Baru Penggawa Manchester City: Donnarumma Termahal, Dias Tetap Bertaji
City Gagal Memanfaatkan Momentum di Liga Champions
Pertandingan Manchester City menghadapi Bayer Leverkusen seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki catatan Liga Champions Manchester City yang sebelumnya cukup positif.
Namun, rotasi besar yang dilakukan Pep Guardiola tidak berjalan sesuai harapan.
Dari 10 perubahan yang diterapkan, hanya Nico Gonzalez yang mempertahankan tempatnya, sementara mayoritas pemain terlihat kesulitan menjaga ritme pertandingan.
Pada babak pertama, tekanan dari Bayer Leverkusen langsung terasa. Gol cepat Alejandro Grimaldo setelah menerima umpan Christian Kofane menegaskan betapa Pertandingan Manchester City berjalan di bawah kendali tim tamu.
Leverkusen terus memanfaatkan celah serangan balik, sementara Liga Champions Manchester City pada malam itu menunjukkan penurunan tajam dalam hal kreativitas.
Gol Tambahan Leverkusen dan Perubahan yang Tidak Mengubah Banyak Hal
Lini pertahanan City kembali goyah pada menit ke-54 ketika Patrick Schick menuntaskan umpan Ibrahima Maza.
Gol kedua ini memperberat beban tim tuan rumah, meskipun Guardiola telah memasukkan Erling Haaland pada setengah jam terakhir.
Dalam konteks Pertandingan Manchester City, masuknya Haaland memang memberikan tekanan tambahan di lini depan, tetapi pola permainan tetap sulit berkembang.
Kepercayaan diri skuad City terlihat menurun, dan efektivitas serangan nyaris tidak terlihat sepanjang laga.
Savinho Jadi Sorotan Utama Usai Laga
Di balik kekalahan ini, Kritik Savinho Manchester City menjadi topik paling ramai dibahas oleh pendukung.
Savinho bermain penuh selama 90 menit namun dinilai gagal menunjukkan kontribusi berarti.
Kritik para suporter pun tajam, terutama terkait minimnya kreativitas sang pemain.
Beberapa komentar penggemar menggambarkan hal tersebut secara terang-terangan:
• “Penampilan Savinho benar-benar 0/10. Sudah hampir Desember, dan kami belum melihat satu momen pun yang membuat saya berpikir bahwa kami benar tidak menjualnya.”
• “Oscar Bobb dan Savinho sebagai winger tidak menawarkan apa pun. Tidak ada lebar permainan, tidak ada ancaman, tidak ada hasil akhir.
Jelas sekali kita butuh winger kanan yang benar pada Januari jika kita ingin memenangkan trofi musim ini!”
• “Savinho benar-benar membuat otak saya rusak. Hasil akhirnya sungguh yang terburuk yang pernah saya lihat.”
• “Saya harap para pendukung Savinho bersembunyi setelah penampilan memalukan ini.”
• “Savinho adalah bukti bahwa kamu tidak perlu berbakat untuk bisa menjadi pemain profesional. Dia memberi harapan bagi kita semua.”
Komentar ini menunjukkan bahwa Savinho Manchester City masih memiliki pekerjaan besar untuk membuktikan kualitasnya.
Dalam konteks olahraga profesional, kritik bukan hal baru, namun ekspektasi terhadap pemain muda sekelas Savinho memang cukup besar.
Situasi Klasemen dan Tantangan ke Depan
Hasil ini membuat City turun ke peringkat keenam di fase liga Liga Champions, sementara Leverkusen naik ke posisi 13 setelah lima pertandingan.
Dengan jadwal menghadapi Leeds United dan Fulham, Liga Champions Manchester City dan performa domestik mereka menjadi sorotan penting dalam beberapa pekan ke depan.
Melihat dinamika ini, Kritik Savinho Manchester City mungkin menjadi momentum evaluasi bagi skuad Guardiola, baik dalam taktik, konsistensi pemain, maupun kesiapan tim menghadapi jadwal padat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni