RADARTUBAN - Keputusan Rafael Struick di Indonesia untuk melanjutkan kariernya membuka berbagai pengalaman baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Bermain bersama Dewa United sekaligus memperkuat Timnas Indonesia U-22, striker muda tersebut mengaku hampir setiap pekan mendapatkan kejutan baru.
Cerita lengkapnya ia ungkapkan melalui wawancara di kanal YouTube Sport77Official, termasuk soal kualitas liga Indonesia.
Penilaian Struick soal Kualitas Liga Indonesia
Dalam wawancara tersebut, Struick mendapat pertanyaan mengenai kualitas liga Indonesia.
Pemain yang besar di Eropa itu memberikan jawaban berdasarkan apa yang ia alami sendiri selama berkompetisi di Indonesia.
“Tidak. Jujur saja semua yang bilang begitu, semua orang Indonesia mungkin tidak pernah main sepak bola di level ini. Jadi tentu levelnya berbeda dengan Eropa. Sepak bola berbeda,” ungkap Struick.
Ia menjelaskan bahwa karakter sepak bola setiap negara tidak sama. Menurut Struick, perbedaan kualitas antara kompetisi Eropa dan Indonesia merupakan sesuatu yang wajar, mengingat kultur dan perkembangan sepak bola di kedua kawasan tersebut tidak identik.
Dengan pengalaman bermain untuk Dewa United, ia melihat langsung bagaimana ritme permainan dan organisasi tim di liga Indonesia memiliki kekhasan tersendiri.
Struick kemudian menegaskan kembali pandangannya:
“Saya harus bilang liganya berbeda dan mungkin level sedikit lebih rendah. Tentu, tetapi itu normal,” katanya lagi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ia tidak menilai secara negatif, tetapi lebih kepada gambaran objektif berdasarkan pengalaman pribadi selama memperkuat Timnas Indonesia U-22 dan klubnya.
Fasilitas dan Stadion: Beragam dari Satu Klub ke Klub Lain
Selain soal kualitas kompetisi, Struick juga berbicara mengenai fasilitas yang ia temui selama bertanding di berbagai stadion liga Indonesia. Menurutnya, kualitas fasilitas sangat bervariasi antar klub.
“Di beberapa klub tidak bagus tapi beberapa klub bagus. Tapi saya pikir itu bagian dari budaya di sini,” pungkas Struick.
Pengalaman itu membuat perjalanan Rafael Struick di Indonesia semakin penuh warna.
Ia tidak hanya beradaptasi dengan gaya bermain, tetapi juga dengan kondisi fasilitas yang berbeda-beda dari satu wilayah ke wilayah lain.
Pengalaman Berharga untuk Struick
Dari penilaian Struick, terlihat jelas bahwa ia mencoba memahami konteks sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
Pandangannya mengenai perbedaan kompetisi antara Eropa dan liga Indonesia lahir dari pengalaman langsung bersama Dewa United dan Timnas Indonesia U-22.
Perjalanan Rafael Struick di Indonesia bukan hanya soal membela klub dan negara, tetapi juga proses adaptasi terhadap kultur sepak bola yang unik.
Ucapannya memberikan wawasan baru bagi publik mengenai bagaimana seorang pemain Eropa melihat dinamika kompetisi nasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni