RADARTUBAN - Kylian Mbappé kembali menunjukkan kenapa namanya sering menjadi gema paling keras di panggung Eropa.
UEFA resmi merilis Team of the Week untuk Matchday 5 Liga Champions, dan penyerang Real Madrid itu bukan hanya masuk daftar—dia berada di puncaknya.
Jurnalis kenamaan Fabrizio Romano dalam cuitan di akun X pribadinya menyampaikan, pemain yang akan menginjak usia 27 tahun tersebut dinobatkan sebagai Player of the Week, mengalahkan tiga pesaing yang sama panasnya: Vitinha, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Serhou Guirassy.
Bukan sekadar daftar nama, susunan XI terbaik ini terasa seperti ringkasan kecil tentang siapa saja yang benar-benar membakar kompetisi tengah pekan.
Duet Maut Mbappé - Aubameyang
Di depan, Mbappé berdampingan dengan striker Marseille, Aubameyang—dua sosok yang belakangan tampil seperti hidup di dimensi berbeda.
Saling melengkapi, saling melukai lawan, dan sama-sama menghidupkan pertandingan dengan penyelesaian kelas atas.
Mbappé tampil gila dengan memborong empat gol saat Real Madrid menaklukkan tuan rumah Olympiakos dengan skor ketat 4-3.
Sementara, Aubameyang juga tak kalah garang dengan memborong dua gol saat Marseille menundukkan Newcastle United dengan skor 2-1.
Vitinha Jadi Dirigen Lini Tengah
Di lini tengah, Vitinha menjelma menjadi pengatur tempo yang tak hanya presisi, tapi juga menggigit.
Gelandang PSG itu tampil mengendalikan, mengarahkan arus permainan seolah seluruh lapangan menunggu jarinya menunjuk arah.
Tak heran jika pemain asal Portugal itu meraih posisi kedua dalam voting Player of the Week.
Sementara itu, Charles De Ketelaere dari Atalanta dan Declan Rice dari Arsenal mengisi ruang tengah dengan karakter yang kontras namun saling mengunci: kreativitas lembut ala Serie A beradu dengan disiplin keras ala Premier League.
Nama Robert Silva dari Copenhagen FC melengkapi komposisi lini tengah yang bekerja dalam ritme tinggi.
Kuartet Tangguh Benteng Pertahanan
Ke belakang, benteng kokoh hadir melalui Marc Cucurella (Chelsea), Jerdy Schouten (PSV Eindhoven), José María Giménez (Atletico Madrid), dan Anan Khalaili (Royale Union Saint-Gilloise).
Empat pemain ini tampil dalam mode “tidak ada yang lewat”—blok, tekel, dan intersep mereka membantu menjaga angka di papan skor.
Flekken Kokoh di Bawah Mistar
Di bawah mistar, kiper Bayer Leverkusen, Mark Flekken, mendapat penghargaan setimpal setelah performanya menjadi pemadam utama sepanjang laga.
Pada matchday ke-5 Champions League, Flekken tampil gemilang dan mencatatkan clean sheet saat timnya menaklukkan tuan rumah Manchester City dengan skor 0-2.
Ajang Pertarungan Pemain Bermental Baja
Keputusan UEFA merilis top XI ini memunculkan satu gambaran jelas: kompetisi menuju fase gugur berlangsung brutal, intens, dan hanya menyisakan pemain-pemain yang mentalnya tak lekang oleh tekanan.
Mbappé memang berada di atas angin, tetapi para pengejar di bawahnya—Vitinha, Aubameyang, Guirassy—sedang berlari dengan napas panjang.
Matchday 5 hanya potongan kecil. Yang lebih besar masih menunggu di depan: medan perang yang akan menentukan siapa yang sepenuhnya lahir sebagai legenda Eropa musim ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni