RADARTUBAN - Rentetan kemenangan tipis AC Milan kembali memancing gumaman: “Massimiliano Allegri sudah mendarat di Milanello.”
Sebuah sindiran yang berbalut pujian, menyusul tren kemenangan 1-0 yang kini menghiasi langkah Rossoneri dalam empat laga terakhir.
Milan mencatat tiga kemenangan 1-0 di Serie A atas Roma, Inter, dan Lazio—semuanya dalam rentang pertandingan yang ketat, semuanya dengan tensi besar, dan semuanya memunculkan kesan bahwa tim ini mulai nyaman hidup dalam ritme sepak bola pragmatis: efektif, klinis, dan dingin.
Catatan itu dipublikasikan akun X EuroFoot, lengkap dengan emoji senyum nakal yang menegaskan atmosfer euforia bercampur ejekan halus.
Pragmatisme ala Allegri
Di tribun, gaya main seperti ini bukan hal baru. Publik Italia mengenalnya sebagai Allegri Ball—sebuah filosofi menang yang tak peduli estetika.
Dan kini, Milan justru terlihat memainkan pola yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas sang mantan pelatih Juventus tersebut.
Namun narasi ini tak lahir dari ruang kosong. Milan menang karena organisasi pertahanan kembali disiplin, lini tengah bekerja seperti piston, dan para penyerang memanfaatkan peluang sekecil jarum.
Tidak ada pesta gol, tapi ada mentalitas yang berubah: menang tetap menang, meski tipis, asalkan kepala tetap tenang sampai peluit panjang.
Kemenangan atas Roma memotong optimisme tim Ibu Kota.
Menekuk Inter menjadi suntikan moral terbesar, sementara mengatasi Lazio mengirim pesan bahwa Milan tak hanya bisa bermain di momen besar, tapi juga menjaga fokus sepanjang 90 menit. Semua dengan skor sama persis: 1-0.
Milan Memuncaki Klasemen Sementara
Di media sosial, candaan “Allegri has arrived” viral bukan karena Milan bermain buruk, tapi justru karena mereka bermain dewasa.
Sebuah kemapanan baru yang mungkin tidak menimbulkan decak kagum, namun menegaskan bahwa Rossoneri kembali menemukan cara paling dasar untuk tetap relevan di papan atas: menjaga gawang sendiri, curi satu gol, tutup pertandingan.
Di San Siro, para pendukung mungkin diam-diam mulai lupa soal estetika. Sebab dalam pacuan gelar yang liar musim ini, tiga kemenangan 1-0 beruntun adalah komoditas mahal.
Dan bila Milan terus berjalan seperti ini, ledekan tentang Allegri bisa berubah menjadi pengakuan: pragmatisme memang menyelamatkan.
Hingga memasuki giornata ke-13, Milan mantap memuncaki klasemen sementara Serie A dengan koleksi 28 poin.
Perolehan poinnya sama dengan Napoli di peringkat dua, namun Rossoneri unggul selisih gol.
Di bawahnya, Inter Milan dan AS Roma menempel ketat hanya selisih satu poin. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni