Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

FIFA Peace Prize dan Kejutan Besar Menjelang Pengundian Piala Dunia 2026

Bihan Mokodompit • Selasa, 2 Desember 2025 | 22:10 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino
Presiden FIFA, Gianni Infantino

RADARTUBAN - Pada pekan berlangsungnya Pengundian Piala Dunia 2026, perhatian publik tersedot pada munculnya FIFA Peace Prize yang diperkenalkan secara mendadak.

Kehadiran penghargaan baru tersebut bukan hanya mengejutkan pecinta sepak bola, tetapi juga memunculkan beragam pertanyaan karena peluncurannya tidak melalui mekanisme umum yang biasa dilakukan dewan organisasi sepak bola dunia.

Di tengah sorotan itu, isu kedekatan Gianni Infantino dengan Donald Trump ikut menjadi sorotan publik internasional.

Baca Juga: Daftar Negara yang Dilarang FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Banyak karena Intervensi Politik

Penghargaan Baru yang Diumumkan Mendadak

Pengumuman FIFA Peace Prize pada 5 November menjadi titik awal ketidakterdugaan ini.

Penghargaan tersebut disebut sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh yang dianggap mampu menyatukan masyarakat dunia melalui pesan perdamaian.

Meski begitu, keputusan menghadirkan penghargaan baru tersebut diketahui tidak melalui pembahasan formal bersama 37 anggota Dewan FIFA.

Beberapa di antara mereka justru baru mengetahui keberadaannya melalui rilis resmi.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar tentang proses internal yang diambil oleh Gianni Infantino.

Dalam momen berbeda, Gianni Infantino mempertegas kedekatannya dengan Presiden AS, Donald Trump.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Trump, dan saya menganggapnya sebagai teman yang sangat dekat. Ia memiliki energi yang luar biasa dan itu adalah sesuatu yang sangat saya kagumi,"

Ucapan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Donald Trump akan menerima FIFA Peace Prize pertama pada Pengundian Piala Dunia 2026.

Sorotan Publik Menjelang Pengundian Piala Dunia 2026

Acara Pengundian Piala Dunia 2026 yang digelar di Kennedy Center, Washington DC, menjadi panggung utama bagi perhatian dunia.

Amerika Serikat sebagai tuan rumah sebagian besar pertandingan membuat keterlibatan Donald Trump semakin menarik perhatian.

Para pengamat menilai bahwa kemunculan penghargaan FIFA Peace Prize sangat berdekatan dengan agenda politik dan hubungan personal antara Gianni Infantino dan Donald Trump.

Dalam beberapa kesempatan, Infantino bahkan memberi sinyal mengenai peluang Trump menerima penghargaan tersebut dengan ungkapan: “Kalian akan lihat.”

Seiring acara Pengundian Piala Dunia 2026 mendekat, isu tentang minimnya verifikasi dan kurangnya transparansi terkait penghargaan baru itu kembali mencuat.

Di tengah standar profesionalisme dan etika jurnalistik yang mengutamakan akurasi, independensi, dan keseimbangan, dinamika tersebut menjadi bahan diskusi luas di kalangan pemerhati sepak bola internasional.

Dugaan Favoritisme dan Reaksi Dewan FIFA

Dewan FIFA yang biasanya terlibat dalam pembuatan kebijakan besar disebut tidak mengetahui sama sekali tentang FIFA Peace Prize sebelum publikasi resmi dirilis.

Hal ini bertolak belakang dengan prinsip organisasi yang lazim menempatkan musyawarah sebagai langkah utama sebelum pengambilan keputusan penting.

Ketidakterlibatan dewan mengundang pertanyaan mengenai independensi proses dan kepentingan apa yang berada di balik penghargaan tersebut.

Dalam konteks profesionalisme dan tanggung jawab publik, sejumlah anggota dewan FIFA menyatakan bahwa mereka tidak memiliki akses pada kriteria seleksi pemenang FIFA Peace Prize.

Dengan latar belakang hubungan pribadi antara Gianni Infantino dan Donald Trump, muncul kekhawatiran bahwa penghargaan tersebut dapat digunakan untuk memberikan legitimasi politik tertentu.

Meski klaim Trump tentang “mengakhiri delapan perang” telah diperdebatkan luas, sebagian pihak meyakini bahwa ia tetap menjadi kandidat terkuat untuk menerima penghargaan perdamaian dari FIFA. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Piala Dunia 2026 #sepak bola dunia #FIFA #FIFA Peace Prize #gianni infantino #donald trump