Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Emil Audero : Dari Akademi Juventus, Jatuh–Bangun di Serie A, hingga Kembali Bersinar di Cremonese

Tulus Widodo • Rabu, 3 Desember 2025 | 23:05 WIB
Emil Audero.
Emil Audero.

RADARTUBAN – Perjalanan Emil Audero di Serie A adalah kisah panjang tentang talenta, kegigihan, dan persimpangan identitas.

Lahir di Mataram, NTB, pada 18 Januari 1997, dan besar di Italia, Audero menapaki karier yang tak pernah mudah, namun selalu meninggalkan tanda penting di setiap klub yang disinggahi.

Kariernya dimulai di jantung salah satu akademi terbaik dunia: Juventus. Dari sinilah Audero naik kelas ke tim senior, hingga akhirnya mencatat debut Serie A pada 27 Mei 2017—data yang tercatat jelas di basis data pemain Wikipedia.

Meski tak mendapat menit bermain reguler di Juventus, jalan itu membawanya ke berbagai klub yang membentuk mentalitasnya sebagai penjaga gawang tangguh.

Titik balik terbesar muncul ketika Audero merapat ke Sampdoria pada musim 2018/2019.

Lima musim di sana menjadi fase emas Audero: ia tampil sebagai kiper utama, memegang ratusan menit di Serie A, dan disebut-sebut sebagai salah satu kiper muda paling stabil di kompetisi tersebut.

Di sinilah namanya benar-benar menanjak—tenang, konsisten, dan sering menyelamatkan Sampdoria dari kekalahan.

Baca Juga: Emil Audero Curi Sorotan di Tim Terbaik Eropa, Bersanding dengan Harry Kane dan Kylian Mbappé! Simbol Era Baru?

Mimpi Buruk di Inter dan Como

Namun sepak bola tak pernah memberi jalan mulus. Musim 2023/24, Audero pindah ke Inter Milan sebagai pelapis, sebuah langkah yang membuat menit bermainnya menurun drastis.

Musim setelahnya di Como 1907 pun tidak lebih ramah: kritik berdatangan setelah kebobolan 18 gol dalam delapan laga tanpa satu pun clean sheet.

Tekanan semakin besar, dan masa depannya sempat kabur. Dia kemudian dipinjamkan ke klub Serie B, Palermo.

Datang Kesempatan yang Mengubah Segalanya

Pada Juli 2025, Antara mengonfirmasi bahwa Emil Audero dipinjamkan ke klub promosi Cremonese, lengkap dengan opsi pembelian permanen.

Banyak yang meragukan apakah penjaga gawang bertinggi 1,92 meter itu masih bisa kembali ke performa terbaik. Jawabannya datang sangat cepat.

Dalam debut musim 2025/26, Audero tampil brilian saat Cremonese menang 2–1 atas AC Milan di San Siro—laga yang disebut sebagai salah satu performa heroik paling mengejutkan awal musim.

Di pekan-pekan berikutnya, Audero mencatat sembilan penyelamatan dalam satu pertandingan, angka tertinggi di Serie A pada periode itu menurut laporan VOI. Penampilan itu mengantarkannya masuk Best XI pekan ketiga Serie A.

Mantapkan Pilihan Bela Timnas Indonesia

Di tengah performanya yang naik, identitas yang lama terbelah akhirnya menemukan rumah baru.

Pada Maret 2025, Audero resmi memperkuat Timnas Indonesia. Sebuah keputusan emosional sekaligus simbolik: perjalanan yang dimulai dari Mataram, berpindah ke Juventus, Sampdoria, Inter, Como, hingga Cremonese, kini kembali mengalir ke tanah kelahiran.

Audero menjembatani dua dunia—dan dengan rangkaian penyelamatan gemilang di Serie A musim ini, ia membuktikan bahwa pengalamannya bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan modal nyata untuk kembali berdiri di panggung besar.

Dari Juventus ke Sampdoria, dari kritik ke kebangkitan, Emil Audero kini berdiri sebagai salah satu pemain keturunan Indonesia paling konsisten yang pernah tampil di Serie A.

Kariernya bukan garis lurus, tapi justru di situlah nilainya: Audero tetap bangkit setiap kali dijatuhkan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#cremonese #ntb #emil audero #san siro #Juventus #AC Milan #serie A #timnas indonesia