RADARTUBAN - Ketertarikan AC Milan pada Jay Idzes menyembul saat rumor bursa transfer masih senyap.
Informasi itu pertama kali disampaikan jurnalis SkySport, @Luca_Cilli, melalui unggahan yang dibagikan akun X @MilanPosts.
Dalam laporannya, Milan disebut tengah mengikuti perkembangan bek Sassuolo tersebut dengan ketertarikan nyata.
"AC Milan sedang memantau Jay Idzes, bek Sassuolo, dengan penuh minat. Saat ini, belum ada kontak langsung antara kedua klub, tapi sang pemain diapresiasi oleh Milan,” demikian laporan Cilli.
Di titik inilah cerita menjadi menarik. Jay Idzes bukan sekadar pemain belakang Serie A; ia kini memikul ban kapten Timnas Indonesia.
Sebuah posisi yang di Italia tidak luput dari perhatian, terutama setelah performanya makin stabil dan dewasa di lini pertahanan Neroverdi.
Baca Juga: Jay Idzes Jadi Pemain Indonesia Pertama Punya Wajah Asli di EA Sports FC 26
Milan Butuh Bek yang Komplet
Di internal Milan, kebutuhan akan bek yang tenang, rapi dalam distribusi bola, dan punya keberanian membangun serangan dari belakang menjadi topik penting jelang pembenahan skuad.
Idzes, dengan gaya mainnya yang efisien dan tanpa banyak drama, memenuhi profil itu.
Tidak heran kalau namanya muncul di radar manajemen Rossoneri, meski kontak resmi antar klub belum terjadi.
Ada alasan lain kenapa kabar ini terasa hidup: Idzes bukan produk domestik Italia, bukan pula bintang mahal yang gemerlap.
Pemain kelahiran Mierlo, Belanda itu datang dari jalur kerja keras dan konsistensi, lalu berkembang pelan tapi pasti hingga kini mengomandoi Timnas Indonesia.
Perjalanan seperti itu biasanya digemari klub-klub besar—stabil, matang, dan lapar pembuktian.
Berpotensi Jadi Pemain Indonesia Pertama Berseragam Rossoneri
Jika ketertarikan Milan berkembang ke tahap berikutnya, maka Idzes berpotensi menjadi pemain Indonesia pertama yang mengenakan seragam Rossoneri.
Namun sampai sinyal itu muncul, semua masih berada di fase pengamatan, sesuai laporan dari sumber kredibel yang ada.
Untuk sekarang, satu hal yang jelas: nama Jay Idzes tidak lagi hanya menghiasi ruang diskusi suporter Indonesia.
Pemain 25 tahun itu sudah masuk dalam radar salah satu klub terbesar Eropa—dan itu sendiri sudah menjadi cerita besar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni