RADARTUBAN - Menjelang bergulirnya AFCON, FIFA akhirnya memberikan dispensasi yang membuat klub Premier League sedikit bernapas lega.
Keputusan untuk menunda tenggat pelepasan pemain dari 8 Desember menjadi 15 Desember membuka ruang tambahan bagi Liverpool dan Manchester United untuk tetap menurunkan pilar penting mereka sebelum para pemain tersebut bergabung dengan negara masing-masing.
Penyesuaian ini cukup signifikan mengingat AFCON merupakan turnamen besar yang selalu mengubah komposisi skuad banyak klub Eropa.
Baca Juga: FIFA Peace Prize dan Kejutan Besar Menjelang Pengundian Piala Dunia 2026
Liverpool Mendapat Manfaat Langsung dari Dispensasi FIFA
Keputusan penundaan ini memberi peluang bagi Liverpool untuk tetap diperkuat Mohamed Salah dalam dua pertandingan krusial.
Performa Liverpool di kompetisi Eropa musim ini belum stabil, sehingga keberadaan Salah sebelum keberangkatannya ke AFCON menjadi faktor penting.
Tanpa kebijakan baru FIFA ini, sang kapten Mesir seharusnya sudah meninggalkan tim sebelum laga kontra Inter Milan.
Selain itu, Salah juga dapat tampil saat Liverpool menjamu Brighton, salah satu lawan yang kerap ia hiasi dengan kontribusi gol.
Namun setelah tanggal 15 Desember, Liverpool tetap harus bersiap menghadapi beberapa pertandingan berat tanpa Salah apabila Mesir melaju jauh di AFCON.
Jika timnya mencapai semifinal turnamen tersebut, Salah berpeluang absen hingga tujuh laga klub.
Manchester United Berpotensi Kehilangan Tiga Pemain Sekaligus
Berbeda dengan Liverpool yang hanya kehilangan satu bintang, Manchester United berada dalam situasi yang lebih rumit.
Klub asuhan Ruben Amorim itu harus melepas tiga pemain ke AFCON: Bryan Mbeumo, Amad Diallo, dan Noussair Mazraoui.
Ketiganya masih dapat dimainkan ketika Manchester United bertemu Wolves berkat perubahan tenggat FIFA, tetapi laga kontra Bournemouth yang jatuh tepat di tanggal 15 Desember masih menjadi tanda tanya.
Jika Mazraoui membawa Maroko melaju jauh seperti prediksi banyak pihak, maka Manchester United dapat kehilangan sang bek hingga delapan pertandingan.
Kondisi ini menuntut pelatih untuk melakukan rotasi cermat, mengingat jadwal Manchester United pada periode musim dingin terkenal padat dan menjadi penentu momentum tim.
AFCON sebagai Turnamen yang Pengaruhi Stabilitas Klub Eropa
AFCON tidak hanya menjadi kebanggaan negara peserta, namun juga turnamen yang selalu memengaruhi strategi banyak pelatih Eropa. Baik Liverpool maupun Manchester United harus kembali menyesuaikan ritme permainan mereka karena perpisahan sementara dengan pemain kunci.
Dengan padatnya jadwal akhir tahun, setiap keputusan FIFA, seperti dispensasi terbaru ini dapat berdampak langsung pada perburuan poin di liga domestik maupun kompetisi Eropa.
Tidak dapat dimungkiri, persiapan klub menghadapi kehilangan pemain akibat AFCON menjadi bagian dari dinamika sepak bola modern.
Namun dispensasi FIFA kali ini memberi sedikit kelonggaran agar kedua klub besar tersebut dapat memulai periode sibuk dengan komposisi yang lebih lengkap sebelum akhirnya melepas pemain mereka ke panggung turnamen terbesar Afrika tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni