RADARTUBAN – Persatu Tuban tak sekadar meraih kemenangan di laga pembuka Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025.
Lebih dari itu, kemenangan 2-0 atas Bojonegoro FC menjadi pesan tegas bahwa Laskar Ronggolawe siap memasuki pekan panas: derby Tuban kontra Bumi Wali FC.
Duel yang digelar di Stadion Tuban Sport Center, Minggu (7/12), seolah menjadi panggung legitimasi.
Sejak menit pertama, Persatu tampil dominan, agresif, dan lapar gol. Tim berlogo Jaran Jingkrak itu langsung mengunci permainan, menekan tinggi, dan membuat Bojonegoro FC nyaris tak memiliki ruang bernapas.
Transisi cepat khas Persatu menjadi senjata utama. Baru sekitar lima menit laga berjalan, kealpaan lini belakang lawan langsung dihukum.
Iryanto Wandik mencetak gol pembuka yang membuat stadion bergemuruh.
Skor 1-0 menjadi awal yang indah milik tuan rumah.Momentum sepenuhnya berada di tangan Persatu.
Sepuluh menit berselang—atau tepatnya menit ke-13—Wandik kembali menunjukkan kelasnya. Menerima umpan matang dari lini tengah, pemain asal Manokwari, Papua itu menuntaskannya dengan tenang.
Bola kembali bersarang di gawang Bojonegoro FC. Persatu unggul 2-0.
Brace Wandik tak hanya memperlebar jarak skor, tetapi juga mengirimkan sinyal keras: Persatu siap bersaing di kasta keempat.
Di hadapan sekitar 4.300 suporter yang memadati tribun, pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi. Emosi ikut naik.
Menjelang turun minum, Bojonegoro FC harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah.
Persatu Banyak Buang Peluang
Unggul jumlah pemain tak membuat Persatu gegabah. Namun, babak kedua justru menjadi catatan tersendiri.
Tempo serangan menurun, peluang tak lagi dimaksimalkan. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai—cukup untuk mengamankan tiga poin perdana dan membuka jalan Persatu di Grup C.
Pelatih Persatu Tuban, Khoirul Anam, menegaskan kemenangan ini belum sepenuhnya memuaskannya.
“Secara keseluruhan dari segi kekompakan tim sudah berjalan cukup bagus, hanya saja masih banyak yang harus dievaluasi terutama soal memaksimalkan peluang di depan gawang,” bebernya dalam press conference usai laga.
Anam secara khusus menyinggung babak kedua, ketika timnya gagal menambah gol meski unggul jumlah pemain.
“Ini akan menjadi catatan, terutama soal stamina dan fokus para pemain di babak kedua,” jelas pelatih asal Gresik itu.
Di kubu lawan, pelatih Bojonegoro FC Alex Saputro tetap mengapresiasi kerja keras timnya.
“Secara persiapan, tim kami hanya latihan berkumpul dan latihan selama sepekan sebelum pertandingan ini berlangsung, hasil ini tentu tetap patut diapresiasi dan setelah ini akan menjadi bahan evaluasi tim,” ujarnya.
Alex berharap kekalahan ini menjadi titik balik bagi anak asuhnya. “Hasil ini akan menjadi pembelajaran, kami akan fokus menatap pertandingan selanjutnya,” pungkas Alex.
Modal Positif Jelang Derby Tuban
Bagi Persatu Tuban, kemenangan ini jauh lebih berarti dari sekadar tiga poin.
Hasil positif di laga perdana menjadi suntikan moral jelang laga paling ditunggu publik Tuban: derby Tuban melawan Bumi Wali FC, Selasa (9/12).
Dengan Wandik dalam performa tajam dan dukungan publik yang mulai menguat, Persatu tak hanya siap bertanding—mereka siap menyulut gengsi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni