RADARTUBAN - Justin Hubner kini resmi menjalani sanksi dari KNVB setelah insiden tekel kerasnya yang memicu kartu merah langsung dalam laga melawan Ajax Amsterdam.
Dalam pernyataan resmi, Fortuna Sittard menerima proposal penyelesaian dari KNVB, berupa skorsing tiga pertandingan, dengan satu laga bersyarat selama masa percobaan satu tahun.
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa sanksi untuk Justin Hubner sudah final, sesuai keputusan klub dan KNVB.
Baca Juga: Justin Hubner Resmi Gabung Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah di Eredivisie
Kronologi dan Kesepakatan Klub
Dalam pertandingan pekan ke-15 Liga Belanda 2025/2026, Hubner masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Namun, delapan menit setelah ia menyentuh lapangan, ia melancarkan tekel keras terhadap pemain Ajax, Rayana Bounida, yang langsung diganjar kartu merah.
Setelah insiden tersebut, KNVB mengajukan proposal hukuman yakni skorsing tiga laga, dengan satu laga bersifat percobaan.
Klub kemudian memutuskan untuk menyetujui proposal tersebut dan secara resmi memberi tahu KNVB bahwa mereka setuju menjalankan sanksi.
Dampak Sanksi bagi Fortuna Sittard dan Justin Hubner
Sanksi ini menjadi kerugian bagi Hubner secara personal dan bagi Fortuna Sittard secara tim.
Bagi Hubner, ini bisa menjadi penghambat dalam mendapatkan menit bermain reguler, terutama saat ia sedang berusaha menunjukkan kapasitasnya.
Dari sisi tim, absennya Hubner di tiga laga mendatang bisa memaksa perubahan strategi, baik di lini belakang maupun susunan pemain.
Kekalahan 1–3 dari Ajax pun makin membebani situasi, terutama setelah pendalaman kritik dari pelatih yang menilai tindakan Hubner merugikan tim.
Perspektif Kritikus dan Pelatih
Pelatih Fortuna Sittard, Danny Buijs, secara terbuka mengutuk tindakan Hubner.
Buijs menyebut tekel tersebut “bodoh”, karena terjadi jauh dari kotak penalti dan dalam kondisi tim tertinggal, menunjukkan bahwa tindakan itu bukan reaksi frustrasi, melainkan keputusan ceroboh.
Para pengamat dan legenda Liga Belanda bahkan ikut mengomentari, banyak yang menilai kartu merah sebagai keputusan tepat, dan menyoroti gaya bermain Hubner yang agresif serta kurang kontrol.
Baca Juga: Justin Hubner Tinggalkan Emotikon Senyum dan Hati di Live Tiktok Jennifer Coppen, Ada Hubungan?
Pentingnya Disiplin dan Pelajaran bagi Pemain Muda
Kasus ini menegaskan betapa pentingnya kedewasaan dalam bermain, terutama bagi pemain muda atau mereka yang berpotensi berkembang.
Gaya bermain keras memang bisa menjadi kekuatan, tetapi tanpa kontrol, bisa berujung bencana, seperti yang dialami Hubner.
Bagi tim maupun pemain, disiplin, kontrol emosi, dan keputusan taktis tetap harus diutamakan.
Sanksi dari KNVB dan persetujuan dari klub, menunjukkan bahwa kebijakan disiplin di Liga Belanda ditegakkan secara tegas. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni