RADARTUBAN - Penilaian mengenai pemain terbaik La Liga kerap memunculkan perdebatan, terutama karena dua nama besar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi kompetisi selama lebih dari satu dekade.
Namun, pendapat berbeda datang dari penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, yang memilih figur legendaris lain.
Dalam sebuah wawancara bersama ESPN, pemain 34 tahun itu memberikan jawaban yang mencuri perhatian ketika diminta menyebut sosok paling berpengaruh dalam perjalanan panjang kompetisi La Liga.
Jawaban Mengejutkan Griezmann dalam Sesi Wawancara
Dengan pengalaman lebih dari 500 laga di kompetisi elite Spanyol, Antoine Griezmann dianggap memiliki sudut pandang yang kredibel dalam menilai kualitas pemain.
Dia telah bermain bersama serta melawan sejumlah bintang dunia, mulai dari Messi, Ronaldo hingga Kylian Mbappé.
Namun ketika ESPN mengajukan pertanyaan bertema kategori pemain terbaik, Griezmann justru menampilkan pilihan yang cukup unik.
Saat ditanya siapa finisher terbaik, dia menjawab: “Didier Drogba.”
Untuk playmaker terbaik, dia memberikan jawaban: “[Andres] Iniesta.”
Pada kategori bek terbaik, dia menilai Marcel Desailly sebagai yang paling menonjol.
Untuk penjaga gawang terbaik, dia menjawab Gianluigi Buffon.
Saat ditanya soal dribbler terbaik, Griezmann menyebut Ronaldinho.
Sementara mengenai pemain dengan aura paling besar, dia mengatakan: “Zinedine Zidane.”
Namun jawaban paling menarik justru muncul ketika ia ditanya siapa pemain terbaik La Liga sepanjang masa.
Tanpa menyebut Messi ataupun Ronaldo, dua pemain yang ia kagumi, Griezmann justru memilih Johan Cruyff sebagai sosok paling berpengaruh dalam sejarah kompetisi La Liga.
Mengapa Griezmann Memilih Johan Cruyff?
Nama Johan Cruyff lekat dengan sejarah panjang Barcelona dan perkembangan taktik sepak bola modern.
Selain meraih Ballon d’Or pada 1971, 1973, dan 1974, Cruyff dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan konsep total football yang kemudian menjadi fondasi permainan Barcelona selama puluhan tahun.
Dalam kariernya di La Liga, ia mencatat 60 gol dan 28 assist dari 180 laga.
Warisan Cruyff semakin kuat ketika ia kembali ke Barcelona sebagai pelatih.
Pada periode 1988–1996, dia membawa klub tersebut meraih empat gelar La Liga beruntun dan memenangkan European Cup 1991–92.
Pengaruhnya terasa hingga kini dan banyak tokoh besar yang mengakui dampaknya, seperti Lionel Messi dan Pep Guardiola.
Dalam wawancara dengan RAC1, Guardiola memberikan penghormatan mendalam kepada Cruyff. Berikut kutipan yang telah diterjemahkan:
“Dia membuat kami memahami sepak bola. Nasihatnya sangat penting. Dia menasihatimu untuk mengikuti insting dan mengambil keputusan. Dia membuka mata kami.
Dia selalu berkata bahwa jika kamu mengikuti instingmu, kamu tidak akan pernah salah. Sepak bola adalah permainan yang sangat rumit sehingga kamu menjadi pelatih karena ingin mengendalikannya," kata dia.
"Kamu berpikir bisa menguasainya lewat apa yang kamu lakukan atau katakan, tetapi itu mustahil, kecuali kamu Messi. Dan Johan membantu kami melakukan itu," lanjutnya.
Kutipan ini menunjukkan betapa besar peran Johan Cruyff dalam membentuk filosofi sepak bola Barcelona dan Eropa secara keseluruhan.
Pilihan Yang Sesuai
Pilihan Antoine Griezmann terhadap Johan Cruyff sebagai pemain terbaik La Liga menunjukkan bahwa kejayaan seorang pemain tidak hanya diukur dari jumlah gol atau gelar, tetapi dari sejauh mana ia memengaruhi perkembangan permainan.
Dengan kontribusinya sebagai pemain dan pelatih, Cruyff tetap menjadi figur sentral dalam perjalanan kompetisi La Liga, bahkan bagi generasi pemain modern seperti Griezmann. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama