RADARTUBAN - Isu Gianni Infantino Langgar Netralitas Politik kembali menguat setelah kelompok HAM FairSquare melaporkan sang Presiden FIFA atas dugaan pelanggaran etika.
Dalam keluhan resmi tersebut, FairSquare menilai pernyataan Infantino terkait hubungan eratnya dengan Donald Trump telah melenceng dari prinsip dasar organisasi yang menuntut independensi politik.
FairSquare Pertanyakan Kepatuhan Etik FIFA
Laporan FairSquare menyoroti bagaimana Gianni Infantino Langgar Netralitas Politik melalui pujiannya kepada Donald Trump dalam beberapa kesempatan sepanjang 2025.
FairSquare, yang mencantumkan bukti berupa empat pernyataan Infantino, menyebut langkah sang presiden FIFA itu berpotensi merusak integritas lembaga.
Direktur program FairSquare, Nicholas McGeehan, menulis di situs organisasi tersebut bahwa keluhan ini bukan hanya perkara dukungan Infantino terhadap agenda politik Donald Trump, namun lebih luas terkait lemahnya tata kelola FIFA.
Menurutnya, struktur organisasi yang tidak sehat membuat Infantino bisa “secara terbuka mengabaikan aturan organisasi.”
Baca Juga: Jelang Piala Afrika, FIFA Beri Dispensasi untuk Pemain Liverpool dan Manchester United
Pujian Terbuka kepada Donald Trump Jadi Sorotan
Dalam undian Piala Dunia 2026, Infantino kembali mengundang kontroversi. Ia memuji Donald Trump dan menyatakan:
“Ini adalah sosok pemimpin yang kami inginkan … Anda benar-benar pantas menerima Penghargaan Perdamaian FIFA pertama atas tindakan Anda dan atas apa yang telah Anda capai, dan Anda mencapainya dengan cara yang luar biasa. Dan Anda selalu bisa mengandalkan dukungan saya, Tuan Presiden.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan FairSquare menduga Gianni Infantino Langgar Netralitas Politik, terlebih karena Infantino juga menyerahkan penghargaan FIFA Peace Prize pertama kepada Trump, yang prosedurnya kini ikut dipertanyakan.
FairSquare meminta Komite Etik memastikan apakah Dewan FIFA mengetahui pembentukan penghargaan tersebut.
Pada kesempatan lain, yakni di American Business Forum, Infantino kembali memuji Trump:
“Pada akhirnya dia [Trump] terpilih berdasarkan programnya, berdasarkan apa yang ia sampaikan. Ia hanya menjalankan apa yang sudah ia janjikan akan dilakukan, jadi menurut saya kita semua sebaiknya mendukung apa yang ia lakukan karena menurut saya hasilnya terlihat cukup baik.”
Pernyataannya di Instagram semakin memperkuat kritik FairSquare, setelah ia menuliskan bahwa Donald Trump layak menerima FIFA Peace Prize.
Baca Juga: FIFA Peace Prize dan Kejutan Besar Menjelang Pengundian Piala Dunia 2026
Potensi Sanksi Jika Pelanggaran Terbukti
Jika investigasi benar-benar dilakukan dan terbukti Gianni Infantino Langgar Netralitas Politik, maka pihak Komite Etik FIFA memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi mulai dari peringatan hingga larangan berkegiatan di dunia sepak bola.
Meski begitu, banyak pihak meragukan bahwa proses tersebut akan berjalan mulus.
FairSquare menutup laporannya dengan menegaskan bahwa sikap Infantino mengancam reputasi FIFA dan dunia sepak bola.
Banyak pihak kini menunggu apakah organisasi tersebut akan mengambil langkah nyata atau justru membiarkan kontroversi ini menguap begitu saja. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni