RADARTUBAN - Pelatih Timnas Indonesia U 20 Nova Arianto mulai mematangkan kerangka awal skuad mudanya dengan menggelar pemusatan latihan (TC) yang dibagi dalam dua gelombang.
Langkah ini menjadi fondasi penting bagi perjalanan Timnas menuju agenda internasional, sekaligus fase awal bagi Nova untuk menilai kemampuan generasi baru, khususnya pemain kelahiran 2007.
Kehadiran Timnas U-20 Indonesia di agenda ini juga menjadi ruang evaluasi mendalam sebelum masuk ke tahap persiapan lanjutan.
Baca Juga: Jay Idzes Masuk Radar AC Milan, Ketertarikan Serius Rossoneri pada Kapten Timnas Indonesia
Seleksi Dua Gelombang untuk Memetakan Talenta Muda
TC yang berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, digelar pada 2–10 Desember 2025.
Gelombang pertama dilakukan pada 2–5 Desember, sedangkan gelombang kedua berlangsung 7–10 Desember 2025.
Program ini, menurut Nova, bukan sekadar agenda rutin, tetapi upaya sistematis mencari pemain yang sesuai filosofi permainan Timnas Indonesia U 20.
“Untuk seleksi tim masuk Timnas U-20 kali ini, sekali lagi fokus kami adalah bagaimana kami mencari talenta-talenta baru, terutama pemain kelahiran 2007. Karena saya juga sangat baru di Timnas U-20, pastinya saya belum mengenal secara menyeluruh pemain-pemain dengan kelahiran 2007,” ujarnya Selasa seperti dikutip dari laman resmi.
Nova menegaskan bahwa seleksi ini tidak hanya menilai fisik atau kemampuan dasar.
Lebih dari itu, ia ingin melihat bagaimana para pemain mampu menerjemahkan gameplay yang ia rancang.
“TC kali ini fokus kami adalah melihat talenta-talenta baru dari pemain kelahiran 2007 sehingga ke depannya kita bisa benar-benar mendapatkan pemain yang secara kualitas bukan hanya tentang fisik, teknik ataupun taktik, tapi bagaimana mereka bisa bermain secara gameplay yang akan kita rencanakan,” lanjutnya.
Penilaian Tanpa Melihat Latar Belakang Klub
Nova kembali menekankan bahwa seluruh pemain memiliki kesempatan yang sama. Tidak ada perlakuan istimewa berdasarkan asal klub atau reputasi pemain sebelumnya.
“Sekali lagi saya tidak pernah melihat secara background, tetapi saya sampaikan kepada pemain adalah bagaimana saya mencari pemain-pemain yang bisa bermain secara gameplay, secara filosofi yang akan kami buat, sehingga pemain bisa memahami dan bisa menunjukkan yang terbaik,” jelas mantan pemain Persebaya Surabaya itu.
“Siapapun pemain yang masuk pastinya adalah pemain-pemain yang bisa sesuai dengan yang kami inginkan, termasuk dari standar-standar yang kita berikan, dan harapannya pemain bisa tampil maksimal selama TC kali ini,” imbuhnya.
Dalam konteks pembinaan yang lebih luas, pendekatan independen seperti ini menjadi landasan penting agar proses seleksi tetap berimbang dan profesional, sesuai prinsip jurnalistik yang menutup peluang konflik kepentingan.
Disiapkan 11 Laga Uji Coba untuk Kualifikasi Piala Asia U-20
Tak berhenti pada seleksi, Nova juga telah menyiapkan roadmap jangka menengah menuju kualifikasi Piala Asia U-20.
Bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, ia merancang total 11 pertandingan uji coba yang juga mencakup gelaran Piala AFF U-19 sebagai bagian dari simulasi kompetitif.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur Teknik, Coach Alex, bagaimana mempersiapkan ada 11 kali uji coba sebelum kita sampai di kualifikasi Piala Asia, termasuk di Piala AFF yang menjadi bagian dari uji coba kami menuju ke kualifikasi,” ucap Nova.
Rencana TC lanjutan diproyeksikan berlangsung pada Januari atau setelah bulan puasa, tepatnya Maret 2026. Penjadwalan ini disesuaikan dengan roadmap resmi yang telah diserahkan kepada PSSI.
“Untuk selanjutnya, TC kami rencanakan ada di bulan Januari atau mungkin setelah bulan puasa di bulan Maret, karena itu sesuai dengan roadmap yang kita berikan kepada PSSI. Dan saya harapkan semuanya bisa berjalan baik sehingga kita bisa lebih mempersiapkan tim ini dengan sangat baik menuju ke kualifikasi Piala Asia U-20 nanti,” tutupnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni