Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penundaan Kongres PSSI Dinilai Perlu untuk Penyelarasan Nasional, Bagaimana Dampaknya bagi Asprov di Seluruh Daerah?

Bihan Mokodompit • Sabtu, 13 Desember 2025 | 18:04 WIB
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dan Ketua PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, saat acara kongres PSSI Jatim
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dan Ketua PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, saat acara kongres PSSI Jatim

RADARTUBAN - Keputusan Penundaan Kongres PSSI mendapat sorotan publik setelah PSSI Pusat menetapkan bahwa sejumlah provinsi perlu menunda tahapan kongres.

Penundaan ini juga berdampak bagi PSSI Jawa Timur, yang termasuk dalam daftar wilayah dengan masa kepengurusan yang mendekati akhir.

Keputusan tersebut, menurut para pemangku kepentingan, merupakan proses normal dalam dinamika organisasi yang perlu dipahami oleh seluruh anggota.

Penyelarasan Jadwal Kongres di Seluruh Indonesia

Ketua PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh, menjelaskan bahwa langkah Penundaan Kongres PSSI tidak muncul tiba-tiba.

Ia menegaskan bahwa PSSI ingin menyeragamkan pelaksanaan Kongres PSSI di seluruh Indonesia agar seluruh provinsi berada pada ritme pergantian kepengurusan yang sama.

“PSSI berpendapat pentingnya menunda kongres untuk menyeragamkan seluruh Indonesia. Karena ada daerah yang masa jabatannya berakhir 2025 dan ada yang 2026,” ujarnya.

Riyadh memaparkan bahwa terdapat sekitar 16 hingga 17 provinsi yang terdampak penyesuaian jadwal tersebut. Penyeragaman dinilai penting agar kebijakan organisasi berjalan konsisten dari pusat hingga daerah.

Baca Juga: Erick Thohir Bahas Kans Timnas Indonesia Menang atas China dalam Kongres PSSI 2025

Kaitan Dengan Revisi Desain Besar Sepak Bola Nasional

Riyadh juga mengungkap bahwa pemerintah tengah menyusun ulang arah kebijakan sepak bola nasional melalui revisi Desain Besar Sepak Bola Nasional.

Proses ini membutuhkan sinkronisasi antara pusat dan daerah, termasuk dalam pengelolaan aset seperti stadion, yang sebelumnya dibahas dalam pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, PSSI juga sedang mensosialisasikan statuta baru hingga level Askab dan Askot.

“Ada statuta yang perlu disosialisasikan lebih dalam. Karena menyangkut askab dan askot, termasuk mekanisme penunjukan,” jelas Riyadh.

Kehadiran revisi Desain Besar Sepak Bola Nasional menjadi salah satu alasan kuat mengapa Kongres PSSI perlu ditunda beberapa bulan untuk memastikan semua daerah memahami aturan baru tersebut sebelum menentukan arah kepengurusan.

Mayoritas Exco Menyetujui Penundaan

Riyadh, yang juga anggota Exco PSSI, menyebut bahwa keputusan ini merupakan hasil pembahasan bersama Ketua Umum PSSI. Mayoritas anggota Exco sepakat bahwa penundaan merupakan pilihan terbaik.

“Dinamika organisasi itu biasa. Tidak semuanya setuju, tapi mayoritas setuju. Prinsipnya untuk kebaikan organisasi supaya lebih profesional dan searah dengan konsep seperti pilkada serentak,” katanya.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana Penundaan Kongres PSSI dipandang sebagai upaya memperkuat fondasi tata kelola sepak bola Indonesia.

PSSI Jawa Timur Mengikuti Instruksi Pusat

Untuk situasi di Jawa Timur, Riyadh memastikan bahwa PSSI Jawa Timur mengikuti penuh instruksi yang telah diberikan.

Seluruh tahapan yang sebelumnya berjalan kini ditangguhkan. Jika masa jabatan Asprov habis, PSSI Pusat akan menunjuk Pelaksana Tugas.

“Nanti PSSI yang menunjuk PLT. Bisa saja dari ketua Asprov lama, bisa juga dari PSSI langsung. Kita ikuti saja karena sudah ada SK-nya,” ujarnya.

Penundaan Bukan Karena Faktor Banjir

Riyadh juga menepis anggapan bahwa banjir di beberapa daerah menjadi penyebab penundaan. Menurutnya, penjelasan tersebut tidak berdasar.

“Saya lihat ada berita katanya karena banjir. Tapi Jawa Timur banjir apa tidak, toh tetap ditunda. Karena suratnya memang berlaku nasional dan poin-poinnya berlaku untuk semua,” tegasnya.

Tidak Akan Berlangsung Lama

Ia memastikan bahwa Penundaan Kongres PSSI hanya bersifat sementara dan tidak menunjukkan adanya persoalan besar dalam organisasi.

“Kalau demi kebaikan organisasi, saya pikir tidak apa-apa. Toh penundaan hanya beberapa bulan,” pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#PSSI Jawa Timur #Penundaan Kongres PSSI #asprov