Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fiorentina Makin Terbenam di Dasar Klasemen Serie A : Kalah di Artemio Franchi, Krisis La Viola Berlanjut

Tulus Widodo • Senin, 15 Desember 2025 | 15:41 WIB
Fiorentina menelan kekalahan ke-10 musim ini dan menjadi satu-satunya tim Serie A tanpa satu pun kemenangan.
Fiorentina menelan kekalahan ke-10 musim ini dan menjadi satu-satunya tim Serie A tanpa satu pun kemenangan.

RADARTUBAN – Artemio Franchi akhirnya runtuh. Bukan oleh raksasa Serie A, melainkan oleh Hellas Verona.

Kekalahan 1-2 di kandang sendiri, Minggu (14/12) malam WIB, menjadi potret paling jujur dari Fiorentina musim ini: rapuh, kehilangan arah, dan tak lagi menakutkan.

Tim tamu unggul lebih dulu lewat gol Gift Orban di menit ke-42. Fiorentina sempat membuka asa lewat gol bunuh diri pemain belakang Verona, Unai Núñez pada menit ke-69.

Namun segalanya runtuh di injury time. Gift Orban mencetak gol keduanya pada menit 90+3, membungkam Franchi dan menegaskan satu fakta pahit: Fiorentina kini semakin terbenam di dasar klasemen Serie A tanpa satu pun kemenangan.

Satu-satunya Tim yang Belum Raih Kemenangan

Data tak bisa diajak berdebat. Akun X @eurofootcom menyebutkan, dari 15 pertandingan liga, Fiorentina hanya memetik hasil imbang dan kekalahan.

Dan yang lebih memalukan, Fiorentina menjadi satu-satunya tim di Serie A yang belum meraih kemenangan!

La Viola berbagi poin dengan Cagliari, Torino, Pisa, Bologna, Genoa, hingga Juventus.

Sisanya, kekalahan—dari Napoli, Como, AS Roma, AC Milan, Inter, Lecce, Atalanta, Sassuolo, dan kini Hellas Verona.

Masalah Fiorentina bukan sekadar soal hasil, melainkan pola. Tim besutan Paolo Vanoli itu nyaris selalu tertinggal lebih dulu, lalu bereaksi setengah hati.

Saat berhasil bangkit, mereka tak punya ketajaman untuk mengunci laga. Dan ketika lawan menekan di menit-menit akhir, Fiorentina hampir selalu runtuh.

Kekalahan dari Verona terasa paling menyakitkan karena terjadi di kandang. Franchi yang biasanya menjadi tempat perlawanan justru berubah menjadi ruang penghakiman.

Sorakan kecewa, keheningan panjang, dan ekspresi frustrasi pemain menjadi gambaran suasana pascalaga.

Berubah atau Degradasi

Secara permainan, Fiorentina tidak sepenuhnya buruk. Mereka menguasai bola, mencoba membangun serangan, tetapi tumpul di sepertiga akhir.

Lini belakang pun tak pernah benar-benar solid. Satu kesalahan kecil kerap berujung fatal—seperti yang terjadi pada gol penentu Orban di masa tambahan waktu.

Musim masih panjang, tetapi alarm sudah berbunyi keras. Tanpa perubahan drastis, Fiorentina bukan hanya sedang krisis, melainkan sedang berjalan menuju jurang degradasi.

Identitas La Viola yang dulu dikenal berani dan atraktif kini memudar, digantikan rasa takut dan keraguan.

Serie A kejam terhadap tim yang ragu. Dan saat ini, Fiorentina terlihat ragu pada dirinya sendiri. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#fiorentina #La Viola #artemio franchi #Gift Orban #serie A #Hellas Verona