Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Putra Mahkota Arab Saudi Beli Barcelona? Isu Tawaran Rp170 Triliun Gegerkan Sepak Bola Eropa

Bihan Mokodompit • Senin, 15 Desember 2025 | 18:05 WIB
Ilustrasi bendera Saudi Arabia dan FC Barcelona.
Ilustrasi bendera Saudi Arabia dan FC Barcelona.

RADARTUBAN - Isu Putra Mahkota Arab Saudi beli Barcelona kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola dunia.

Mohammed bin Salman, yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Arab Saudi, dikabarkan tengah mempertimbangkan penawaran senilai €10 miliar atau sekitar Rp170 triliun untuk mengakuisisi salah satu klub raksasa Eropa, yakni Barcelona.

Kabar tersebut disampaikan oleh jurnalis Spanyol, Francois Gallardo, melalui media El Chiringuito. 

Dia menyebut bahwa pihak Arab Saudi sedang mengkaji peluang serius untuk masuk ke salah satu klub El Clasico.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak klub maupun Arab Saudi, isu ini langsung memantik spekulasi luas.

Ekspansi Arab Saudi di Dunia Olahraga

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi semakin aktif menanamkan investasi besar di sektor olahraga global.

Ajang Formula 1 telah rutin digelar sejak 2021, sementara sejumlah laga tinju kelas dunia juga dipusatkan di negara tersebut.

Di sepak bola, Liga Pro Arab Saudi menjadi magnet baru bagi pemain Eropa berkat tawaran gaji tinggi.

Cristiano Ronaldo menjadi ikon utama gelombang ini setelah bergabung pada 2022. Kehadirannya kemudian diikuti banyak pemain top lainnya.

Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa investasi Arab Saudi di sepak bola bukan sekadar proyek jangka pendek.

Nilai Barcelona dan Kondisi Finansial Klub

Barcelona saat ini tercatat sebagai klub ketiga paling bernilai di dunia.

Nilai klub Catalan itu diperkirakan mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp90 triliun.

Di sisi lain, Barcelona juga dibayangi masalah finansial serius.

Klub La Liga tersebut memiliki total utang lebih dari €2,5 miliar atau setara Rp42,5 triliun.

Kondisi ini menjadi faktor penting dalam setiap wacana pengambilalihan.

Isu kepemilikan Barcelona pun kembali menjadi topik sensitif, mengingat struktur klub yang unik.

Kendala Status Socios Barcelona

Berbeda dengan banyak klub Eropa lain, Barcelona dimiliki oleh para anggota atau socios.

Sistem ini membuat pengambilalihan penuh oleh pihak asing, termasuk lembaga seperti Public Investment Fund (PIF), menjadi sangat rumit.

Sebagai perbandingan, PIF sebelumnya telah mengakuisisi Newcastle United di Liga Inggris.

Situasi ini membuat wacana Putra Mahkota Arab Saudi beli Barcelona dinilai masih menghadapi banyak tantangan regulasi dan internal klub.

Kekuatan Finansial Kerajaan Saudi

Keluarga kerajaan Saudi dikenal memiliki kekuatan finansial luar biasa.

Kekayaan Raja Salman diperkirakan mencapai US$18 miliar atau sekitar Rp290 triliun, yang sebagian besar bersumber dari industri minyak.

Kondisi tersebut membuat isu investasi Arab Saudi di sepak bola tetap dianggap realistis secara ekonomi.

Performa Barcelona di Lapangan

Di tengah isu di luar lapangan, Barcelona justru menunjukkan performa positif.

Mereka saat ini memuncaki klasemen La Liga dan memperlebar jarak keunggulan menjadi tujuh poin setelah menang 2-0 atas Osasuna.

Raphinha menjadi penentu kemenangan lewat dua gol di babak kedua.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi terkait kelanjutan isu ini.

Namun, kabar Putra Mahkota Arab Saudi beli Barcelona jelas menjadi sinyal bahwa peta kekuatan sepak bola Eropa bisa kembali berubah jika rencana tersebut benar-benar terwujud. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#dunia #el clasico #spanyol #Arab Saudi #Barcelona #mahkota