RADARTUBAN – Detik-detik penentuan akhirnya tiba. Babak penyisihan Grup C Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025 memasuki fase paling menegangkan.
Satu tiket lolos otomatis menuju babak 32 besar kini diperebutkan dua wakil Tuban dalam laga pamungkas yang tak menyisakan ruang kompromi.
Persatu Tuban dan Bumi Wali FC sama-sama menjalani pertandingan hidup-mati, Senin (15/12) sore ini, serentak pukul 15.00. Persatu akan menjamu Lamongan FC di Stadion Tuban Sport Center (TSC).
Sementara Bumi Wali FC bertarung melawan Bojonegoro FC di Stadion Lokajaya.
Tak ada hitung-hitungan aman. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim. Sekadar imbang, apalagi kalah, bisa berarti tamatnya langkah di fase grup.
Untuk sementara, Persatu Tuban masih bertengger di posisi runner up dengan koleksi empat poin.
Namun posisi Laskar Ronggolawe jauh dari kata nyaman. Bumi Wali FC membuntuti ketat di peringkat ketiga dengan poin dan selisih gol sama, hanya kalah produktivitas gol (3-2 berbanding 2-1)
Situasi ini membuat laga terakhir bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi juga perlombaan produktivitas gol. Selisih satu gol menjadi pembeda nasib dua tim sekabupaten tersebut.
Bumi Wali sejatinya sempat mencicipi posisi runner up.
Namun kekalahan tipis 1-0 dari Perseta Tulungagung—yang sudah lebih dulu mengunci tiket 32 besar—memaksa Laskar Sunan Bonang turun peringkat.
Kini, tak ada pilihan selain menang sambil berharap hasil laga Persatu tak lebih baik.
Harapan publik Tuban untuk melihat dua wakilnya melaju bersama dipastikan tak terwujud. Realitas kompetisi justru memaksa Persatu dan Bumi Wali saling sikut di garis akhir.
Persatu Siap Hadapi Tekanan
Pelatih Persatu Tuban Khoirul Anam menegaskan timnya siap menghadapi tekanan tinggi di laga krusial tersebut.
Fokus penuh menjadi kunci agar tak terpeleset di momen penentuan.
“Situasinya jelas, kami harus menang. Tidak ada pilihan lain. Anak-anak sudah memahami pentingnya pertandingan ini,” tegas mantan pelatih Sang Maestro FC itu kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Anam menilai peluang Persatu masih terbuka lebar asalkan konsistensi permainan terjaga dan setiap peluang bisa dimaksimalkan.
Laga melawan Lamongan FC sekaligus menjadi ujian mental terbesar sepanjang fase grup.
“Kami sudah siapkan tim secara mental dan taktikal. Semoga para pemain tampil tenang dan fokus memenangkan pertandingan, meski berada di bawah tekanan tinggi,” harapnya.
BWFC Harus Lebih Produktif
Tekad serupa juga diusung Bumi Wali FC. Pelatih Sunarno menyebut duel kontra Bojonegoro FC sebagai laga penentu segalanya bagi timnya.
“Dengan poin yang sama, pertandingan terakhir ini menentukan segalanya. Kami harus tampil maksimal dan tidak boleh lengah,” ujarnya.
Pelatih asal Sidoarjo itu menegaskan timnya masih memiliki peluang yang sama besar, selama mampu mengamankan kemenangan dengan selisih gol lebih baik dari Persatu.
“Kami punya peluang yang sama. Semua akan ditentukan di lapangan. Anak-anak siap bekerja keras,” tandasnya.
Sore ini, Tuban menahan napas. Dua stadion, dua laga, satu tiket tersisa. Siapa yang paling siap secara mental, tajam di depan gawang, dan dingin di bawah tekanan—dialah yang berhak melangkah ke babak 32 (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni