Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antar Persatu Tuban Tembus 32 Besar Liga 4 Jatim, Khoirul Anam Justru Terdepak dari Kursi Pelatih

Andreyan (An) • Selasa, 16 Desember 2025 | 23:57 WIB
Persatu Tuban tembus 32 besar Liga 4 Jatim, manajemen pilih ganti pelatih demi penyegaran tim.
Persatu Tuban tembus 32 besar Liga 4 Jatim, manajemen pilih ganti pelatih demi penyegaran tim.

RADARTUBAN – Sepak bola memang tak pernah sekadar soal hasil. Kejutan kembali datang dari tubuh Persatu Tuban.

Di saat Laskar Ronggolawe baru saja mengamankan tiket ke babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025, manajemen justru mengambil keputusan yang membuat publik terhenyak: Khoirul Anam didepak dari kursi pelatih kepala.

Keputusan itu diumumkan secara resmi melalui akun Instagram Persatu Tuban, Selasa (16/12).

Tanpa tanda-tanda sebelumnya, tanpa kekalahan telak sebagai alasan, dan justru di tengah momentum positif tim.

Pelatih asal Gresik itu praktis hanya menukangi Persatu kurang dari dua bulan.

Direkrut pada 28 Oktober lalu, Anam datang membawa reputasi kuat sebagai pelatih berpengalaman, bahkan kerap dijuluki spesialis pengantar tim promosi atau naik kasta.

Julukan itu bukan tanpa dasar, mengingat rekam jejaknya di sejumlah klub sebelumnya.

Di tangan Anam, Persatu menunjukkan grafik lumayan. Laskar Ronggolawe menutup fase penyisihan Grup C dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Lamongan FC.

Permainan tim terlihat lebih terorganisir, kepercayaan diri pemain meningkat, dan target lolos fase grup berhasil diamankan. Namun, hasil tersebut rupanya belum cukup untuk mengamankan posisinya.

Pertanyaan pun muncul di kalangan publik sepak bola Tuban: apakah keputusan ini tepat, atau justru menjadi pertaruhan besar manajemen di tengah jalan kompetisi?

Persatu Membutuhkan Energi Baru

Manajer Persatu Tuban, M. Abdul Rohman, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan.

Dia tetap memberikan apresiasi atas dedikasi Khoirul Anam selama menukangi tim kebanggaan Bumi Ronggolawe.

“Terima kasih atas tenaga, pikiran, dan semangat yang telah dicurahkan untuk Persatu. Doa terbaik untuk coach Anam ke depan. Semoga sukses dalam perjalanan dan tantangan selanjutnya,” ujarnya.

Rohman menjelaskan, pergantian pelatih merupakan bagian dari langkah penyegaran tim untuk menatap fase berikutnya yang dinilai jauh lebih berat.

Menurutnya, manajemen memandang Persatu membutuhkan energi baru untuk menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif di babak 32 besar.

“Setelah melakukan evaluasi, manajemen menilai perlu adanya penyegaran khusus. Sebab, level kompetisi yang berjalan ke depan ini semakin ketat yang membutuhkan energi dan semangat baru yang lebih kuat,” tegasnya.

Manajemen Segera Cari Pelatih Baru

Manajemen juga memastikan tidak akan berlama-lama membiarkan kursi pelatih kepala kosong. Dalam waktu dekat, sosok pengganti Khoirul Anam akan diumumkan.

“Untuk saat ini, fokus kami adalah pembenahan internal pasca fase penyisihan Grup C, agar ke depan Persatu dapat tampil lebih maksimal dan terus melaju hingga tingkat nasional,” lanjut Rohman.

Pergantian pelatih di fase krusial tentu bukan perkara sepele. Rohman pun berharap dinamika ini tidak menggerus dukungan suporter yang selama ini menjadi napas Persatu.

“Pergantian posisi adalah sebuah dinamika, tujuannya untuk membuat Persatu lebih berjaya lagi,” tandasnya.

Kini, Persatu Tuban memasuki babak 32 besar dengan status lolos, namun juga dengan tanda tanya besar.

Keputusan manajemen telah diambil. Jawabannya baru akan terungkap di lapangan: apakah penyegaran ini menjadi langkah cerdas, atau justru ujian terberat Laskar Ronggolawe di tengah momentum yang sedang menyala? (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#32 Besar #Khoirul Anam #piala gubernur jawa timur #Lamongan fc #pelatih #liga 4 #Persatu Tuban #Memecat