RADARTUBAN - Baru dua pekan menjabat sebagai pelatih kepala dan langsung dihadapkan pada hasil minor.
Situasi ini menjadi sorotan publik sepak bola Skotlandia, mengingat Celtic FC tengah mengalami periode terburuk mereka dalam beberapa dekade terakhir.
Pelatih asal Prancis itu resmi ditunjuk pada awal Desember setelah meninggalkan klub MLS, Columbus Crew.
Namun, awal kepemimpinannya di Celtic FC jauh dari kata ideal. Dalam waktu 14 hari, tim berjuluk Hoops tersebut menelan empat kekalahan beruntun, termasuk kekalahan 1-3 dari St Mirren pada final Piala Liga Skotlandia di Hampden Park. Catatan ini disebut sebagai yang terburuk bagi Celtic FC sejak 1978.
Baca Juga: Kualifikasi Euro 2024. Spanyol vs Skotlandia, Gol Morata dan Oihen Sancet Menangkan La Furia Roja
Tekanan Awal dan Posisi di Liga Skotlandia
Kekalahan terbaru dari Dundee United pada 17 Desember membuat posisi Celtic FC semakin tertekan di papan klasemen Liga Skotlandia.
Mereka kini tertinggal enam poin dari Hearts yang berada di puncak klasemen, meski masih menyimpan satu laga tunda. Kekalahan tersebut juga memicu reaksi keras dari suporter yang melontarkan kritik kepada dewan direksi klub dan Wilfried Nancy.
Meski demikian, laporan Sky Sports pada Kamis (18/12) menyebutkan bahwa Wilfried Nancy tetap mendapatkan dukungan penuh dari manajemen klub. Ia bahkan masih memimpin sesi latihan tim utama di Lennoxtown seperti biasa.
Manajemen Tetap Percaya Proyek Jangka Panjang
Dewan direksi Celtic FC dikabarkan masih sejalan dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan Wilfried Nancy.
Manajemen menilai perubahan gaya bermain membutuhkan waktu, terutama karena sang pelatih belum sempat menjalani pramusim bersama skuadnya.
CEO Celtic, Michael Nicholson, juga telah mengadakan pertemuan dengan Wilfried Nancy untuk membahas strategi rekrutmen pemain.
Fokus utama pembahasan adalah menentukan pemain yang sesuai dengan sistem baru serta memetakan kebutuhan tim menjelang bursa transfer Januari dan musim panas.
Penunjukan Wilfried Nancy sendiri tidak lepas dari rekomendasi kepala operasional klub, Paul Tisdale, yang tetap terlibat dalam perencanaan klub meski sedang menjalani masa libur.
Chris Sutton Ingatkan Target Wajib Juara
Di tengah situasi sulit tersebut, mantan striker Celtic, Chris Sutton, memberikan pandangannya terkait kondisi tim. Ia menilai perubahan pelatih turut memengaruhi mental para pemain, namun target juara tetap tidak bisa ditawar.
“Sejak Martin O’Neill pergi, kepercayaan diri beberapa pemain menurun,” ujar Sutton.
“Intinya bagi Celtic, dan ini sudah terjadi sepanjang musim, adalah bahwa semuanya tidak berjalan dengan baik.”
“Dia harus membuat timnya tampil lebih baik dan mengembalikan kepercayaan para pendukung. Pertandingan hari Minggu nanti akan sangat menarik, terutama atmosfer di dalam Celtic Park dan bagaimana situasinya berkembang.”
“Celtic harus memenangkan liga musim ini untuk bisa lolos ke Liga Champions, dan itu adalah segalanya.”
Pernyataan Chris Sutton menegaskan bahwa meski Wilfried Nancy masih berada dalam fase awal, tuntutan prestasi di Celtic FC tetap tinggi, terutama dalam persaingan Liga Skotlandia yang semakin ketat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni