Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Evolusi Timnas Indonesia: Evaluasi PSSI dan Pencarian Pelatih Ideal Demi Ambisi Piala Dunia

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:09 WIB
Ilustrasi Timnas Indonesia yang akan berlaga di FIFA Series 2026 di Indonesia.
Ilustrasi Timnas Indonesia yang akan berlaga di FIFA Series 2026 di Indonesia.

RADARTUBAN - Momentum kebangkitan sepak bola Indonesia saat ini menuntut adanya evaluasi menyeluruh dari federasi terhadap kinerja tim nasional demi lolos ke panggung dunia.

Hal tersebut menjadi topik dalam podcast di kanal YouTube Sport77 Official (18/12), bersama Justinus Lhaksana, mantan pelatih timnas futsal dan Mamat Alkatiri, pengamat sepak bola.

PSSI sempat mengganti pelatih Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert pada awal 2025, membawa Tim Garuda lolos historis ke Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, namun berakhir dengan kegagalan total di fase tersebut pada akhir tahun.

Evaluasi terbesar perlu dilakukan oleh federasi adalah pembenahan alur komunikasi yang selama ini dinilai masih tumpang tindih.

Idealnya, satu pintu komunikasi harus diterapkan agar tidak terjadi kegaduhan yang tidak perlu, yang pada akhirnya dapat mengganggu fokus tim.

Selain itu, peran Direktur Teknik harus dimaksimalkan sebagai pemegang cetak biru sepak bola nasional, bukan sekadar posisi formalitas.

"Direktur Teknik-lah yang seharusnya memiliki wewenang penuh dalam menentukan filosofi permainan hingga pemilihan pelatih kepala," ungkap Coach Justin.

Berbicara mengenai sosok pelatih yang paling cocok untuk menangani Skuad Garuda ke depan, kriteria utamanya bukan sekadar nama besar dari Eropa.

Sosok ideal tersebut haruslah pelatih yang benar-benar memahami kultur sepak bola Asia dan karakteristik pemain Indonesia yang kini banyak dihuni oleh talenta diaspora.

PSSI telah mengantongi lima kandidat kuat seperti Ange Postecoglou hingga Felix Sanchez, dengan prioritas pada figur yang sukses di liga lokal seperti Bo Hodak atau Bernardo Tavares yang sedang menangani klub Liga 1.

"Kenapa enggak coba lihat yang sudah ada di depan mata? Kayak Bernardo Tavares. Mereka itu sudah terbukti. Udah tahu gimana liga kita, pemainnya kayak gimana, tapi tetap bisa bikin timnya main bagus. Itu mental yang kita butuh," jelas Mamat Alkatiri.

Memahami kultur Asia juga menjadi syarat mutlak karena banyak pelatih kelas dunia yang gagal beradaptasi dengan iklim kompetisi di benua ini.

Memberikan waktu yang cukup untuk seleksi yang ketat jauh lebih bijak daripada menunjuk pelatih secara instan namun tidak sesuai kebutuhan tim.

Kesabaran adalah kunci dalam membangun fondasi yang kokoh. Seperti yang disampaikan dalam diskusi mendalam mengenai masa depan timnas.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#PSSI #evaluasi #komunikasi #sepak bola indonesia #Justinus Lhaksana #timnas indonesia