RADARTUBAN – AC Milan kembali bergerak tanpa banyak suara. Di tengah sorotan bursa transfer yang riuh, Rossoneri justru memilih jalur sunyi dengan hasil konkret.
Kesepakatan personal dengan penyerang muda berbakat Andrej Kostic telah tercapai, membuka jalan bagi langkah strategis berikutnya.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh jurnalis transfer paling kredibel Eropa, Fabrizio Romano, melalui akun X miliknya.
Dalam unggahan itu ditegaskan pembicaraan antar klub sedang berlangsung untuk menyelesaikan kesepakatan di bawah € 5 juta, termasuk bonus.
Kalimat singkat, namun sarat makna. Milan bukan sekadar berburu nama, melainkan membaca potensi. Kostic, yang saat ini memperkuat Partizan Belgrade, masuk radar bukan karena hype, tetapi karena proyeksi jangka panjang.
Harga paket transfer di bawah € 5 juta—termasuk bonus tambahan—menegaskan pendekatan realistis sekaligus cermat dari manajemen Rossoneri.
Langkah ini terasa relevan dengan arah kebijakan Milan dalam beberapa musim terakhir: menekan biaya, memaksimalkan talenta muda, dan membangun nilai aset.
Baca Juga: Vlahovic Makin Dekat ke AC Milan, Rossoneri Siapkan Jalan Baru di Lini Depan
Dinilai Punya Mental Kompetitif
Bukan pembelian instan untuk kebutuhan sesaat, melainkan investasi yang disiapkan matang.
Di usia muda, Kostic dinilai punya fondasi teknis dan mental kompetitif yang cocok dengan Serie A—liga yang tak memberi ruang bagi pemain setengah jadi.
Negosiasi antarklub yang kini “well underway” menjadi fase krusial. Partizan tentu tak ingin melepas asetnya dengan mudah, sementara Milan tetap disiplin pada batas finansial yang mereka tetapkan.
Jika kesepakatan tercapai sesuai skema, transfer ini berpotensi menjadi salah satu rekrutan paling efisien Rossoneri musim ini—murah, terencana, dan minim risiko.
Lompatan Besar Karier Kostic
Bagi Milan, ini bukan sekadar menambah pemain depan. Ini tentang menjaga kesinambungan proyek. Tentang memastikan regenerasi berjalan tanpa mengorbankan stabilitas.
Dan bagi Andrej Kostic, pintu ke San Siro bisa menjadi lompatan terbesar dalam kariernya—ujian sesungguhnya di panggung elite sepak bola Eropa.
Sunyi, tapi serius. Milan tahu kapan harus berisik, dan kapan cukup bekerja dalam diam. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni