RADARTUBAN – Sepak bola modern tak lagi hanya bicara soal gol. Tahun 2025 memberi panggung besar bagi para pengirim umpan terakhir—mereka yang bekerja dalam senyap, tapi menentukan arah pertandingan.
Daftar pemain dengan assist terbanyak tahun ini memperlihatkan satu hal: kreativitas kini menjadi mata uang paling mahal.
Di puncak daftar, nama lama masih berdiri tegak. Lionel Messi mencatat 28 assist dalam 54 pertandingan bersama Argentina dan Inter Miami.
Angka itu bukan sekadar statistik; ini adalah bukti bahwa visi bermain tak mengenal usia dan liga. Di MLS maupun level internasional, Messi tetap menjadi pusat gravitasi permainan—bola mengalir, peluang tercipta.
Namun, dominasi itu tidak lagi tunggal. Dari Bundesliga, Michael Olise menyamai Messi dengan 28 assist dari 60 laga bersama Prancis dan Bayern Munich.
Perannya bukan sekadar winger cepat, melainkan arsitek serangan. Olise bermain dengan kepala dingin, membaca ruang, dan memilih momen. Pemain 24 tahun itu adalah simbol efisiensi generasi baru Eropa.
Baca Juga: Messi Pecah Rekor Dunia Assist Sepanjang Masa, Singkirkan Nama-Nama Legendaris
Yamal Makin Tunjukkan Kematangan
Di belakang mereka, bintang muda paling disorot Eropa mulai menekan dari bawah. Lamine Yamal membukukan 27 assist dalam 58 pertandingan untuk Spanyol dan Barcelona.
Statistik ini terasa lebih tajam jika melihat usianya. Yamal bukan hanya talenta—ia sudah menjadi mesin kreativitas. Barcelona tak lagi sekadar berharap, mereka bergantung.
Nama berikutnya memperlihatkan betapa Prancis kaya akan sumber daya ofensif. Bradley Barcola mencatat 21 assist dari 62 pertandingan bersama tim nasional dan PSG.
Barcola bekerja di tengah tekanan ekspektasi tinggi, tetap konsisten, tetap produktif. Pemain kelahiran Villeurbanne 23 tahun silam itu bukan headline hunter, tapi selalu hadir di momen krusial.
Satu lagi kreator yang patut dicatat datang dari lintasan karier yang dinamis. Rayan Cherki mengoleksi 21 assist dalam 48 laga bersama Prancis, Lyon, dan Manchester City.
Rasio pertandingan dan kontribusinya paling efisien di antara lima besar. Cherki adalah tipe pemain yang membuat pelatih jatuh cinta—tak selalu mencolok, tapi mematikan.
Indikator Kecerdasan dan Kedewasaan Bermain
Daftar ini menunjukkan pergeseran penting. Assist bukan lagi bonus; ia adalah indikator kecerdasan, visi, dan kedewasaan bermain.
Messi masih menjadi standar emas, tetapi bayang-bayangnya kini dipenuhi wajah-wajah baru yang tak ragu menantang.
Jika gol adalah klimaks, maka assist adalah cerita. Dan tahun 2025 sedang dipenuhi cerita-cerita besar dari para pengirim bola terakhir—mereka yang mengubah ruang sempit menjadi peluang emas. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni