RADARTUBAN - Cedera Kylian Mbappe menjadi kabar buruk bagi Real Madrid menjelang rangkaian pertandingan penting pada Januari.
Penyerang andalan Los Blancos itu dipastikan harus menepi setidaknya selama tiga pekan akibat masalah pada lutut kirinya, cedera yang ternyata sudah ia alami sejak Desember lalu.
Kondisi ini membuat ketergantungan Madrid terhadap sang bintang kembali menjadi sorotan.
Cedera Lama yang Akhirnya Terungkap
Masalah lutut Mbappe bermula saat Real Madrid menelan kekalahan dari Celta Vigo pada Desember.
Saat itu, Mbappe tetap menyelesaikan pertandingan meski terlihat menahan rasa sakit.
Namun, kondisinya tidak memungkinkan untuk tampil dalam laga krusial Liga Champions melawan Manchester City tiga hari berselang.
Meski belum pulih sepenuhnya, Mbappe tetap memaksakan diri tampil penuh dalam tiga laga terakhir Madrid di penghujung tahun.
Keputusan tersebut berbuah empat gol penting dan menyamai rekor gol Cristiano Ronaldo.
Namun, Cedera Kylian Mbappe akhirnya terkonfirmasi setelah hasil MRI menunjukkan adanya robekan ligamen yang memaksanya beristirahat cukup lama.
Pernyataan Resmi Klub dan Prediksi Waktu Pemulihan
Real Madrid secara resmi menyatakan bahwa Mbappe mengalami keseleo pada lutut kiri.
Meski tidak memerlukan operasi, masa pemulihan diperkirakan berlangsung hingga paruh kedua Januari.
Hal ini membuat peluang Mbappe tampil di laga Liga Champions melawan AS Monaco pada 20 Januari masih diragukan.
Situasi ini jelas menjadi tantangan besar bagi Mbappe Real Madrid, mengingat jadwal padat yang menanti termasuk pertandingan liga melawan Villarreal yang tengah berada dalam performa impresif.
Absen di Piala Super Spanyol
Media Spanyol, MARCA, menyebut Mbappe hampir pasti akan melewatkan ajang Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi.
Turnamen ini mempertemukan Real Madrid dengan Atlético Madrid di semifinal. Absennya Mbappe di Piala Super Spanyol dinilai dapat memengaruhi peluang Madrid meraih trofi awal tahun.
Bagi pelatih Xabi Alonso, turnamen tersebut memiliki arti penting di tengah tekanan terhadap posisinya.
Kehilangan pemain kunci seperti Mbappe jelas menjadi risiko besar bagi Mbappe Real Madrid dalam persaingan domestik.
Ketergantungan Madrid pada Mbappe
Secara statistik, kontribusi Mbappe di lini serang Madrid sangat dominan.
Dia telah mencetak 18 gol liga, jumlah yang sama dengan total gol seluruh pemain Madrid lainnya. Dalam konteks Liga Champions, peran Mbappe juga sangat krusial sebagai pusat serangan.
Dari 25 pertandingan di semua kompetisi, Mbappe hanya sekali absen. Ketergantungan ini pernah disinggung langsung oleh sang pemain usai mencetak empat gol di Liga Champions.
“Jangan bilang ada ketergantungan berlebihan pada saya saat kami kalah. Katakan saja saya salah satu yang bertanggung jawab karena tidak menang. Katakan bahwa Kylian tidak mencetak gol dan ia harus mencetak gol," kata dia.
Ujian Tanpa Mbappe
Cedera ini membuat Real Madrid harus mencari alternatif serangan dalam waktu dekat. Cedera Kylian Mbappe bukan hanya soal kehilangan pencetak gol, tetapi juga hilangnya figur sentral di ruang ganti.
Absennya Mbappe di Liga Champions dan Piala Super Spanyol akan menjadi ujian nyata bagi kedalaman skuad Madrid.
Ke depan, Mbappe Real Madrid berharap sang bintang bisa kembali tepat waktu dan dalam kondisi terbaik.
Hingga saat itu, Madrid dituntut untuk tetap kompetitif tanpa ketergantungan penuh pada satu pemain, terutama di ajang Liga Champions dan Piala Super Spanyol. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama