Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Galatasaray Goda Inter untuk Frattesi, Skema Pinjaman Mandek di Klausul Wajib Beli

Tulus Widodo • Senin, 5 Januari 2026 | 08:27 WIB
nter menuntut klausul wajib beli ringan dalam proposal Galatasaray untuk Davide Frattesi.
nter menuntut klausul wajib beli ringan dalam proposal Galatasaray untuk Davide Frattesi.

RADARTUBAN - Ketertarikan itu datang diam-diam, lalu pecah ke ruang publik.

Galatasaray dilaporkan sudah menghubungi Inter sejak pekan lalu untuk membahas kemungkinan transfer Davide Frattesi.

Pendekatan itu serius, lengkap dengan proposal finansial yang rinci—namun belum cukup untuk membuka pintu kesepakatan.

Menurut laporan dari akun X jurnalis kenamaan sekaligus pakar transfer Fabrizio Romano, Galatasaray mengajukan skema pinjaman dengan biaya € 5 juta dan klausul pembelian senilai € 30 juta.

"Kesepakatan masih terhenti pada syarat kewajiban membeli; Inter menginginkan syarat yang mudah dengan sedikit pertandingan untuk mengaktifkannya," cuit Romano.

Di titik inilah negosiasi tertahan. Bukan pada harga utama, melainkan pada syarat kewajiban membeli.

Baca Juga: Ilkay Gündogan Resmi Merapat ke Galatasaray, Gratisan Mewah dari Manchester City

Inter Teguh, Gala Menawar Waktu

Bagi Inter, klausul wajib beli bukan formalitas. Nerazzurri menginginkan syarat yang ringan dan cepat aktif—cukup dengan jumlah penampilan yang tidak memberatkan.

Pesannya jelas: jika Frattesi pergi, itu harus berujung permanen, bukan sekadar singgah tanpa kepastian.

Galatasaray membaca situasi berbeda. Mereka ingin ruang evaluasi, waktu adaptasi, dan fleksibilitas. Dua kepentingan yang sama-sama logis, namun saling berseberangan.

Gaji Tinggi, Godaan Serius

Di balik kebuntuan klausul, ada satu kartu kuat dari Istanbul. Galatasaray disebut menyiapkan tawaran gaji tinggi untuk Frattesi.

Angka detailnya tak dipublikasikan, tetapi sinyalnya cukup keras: mereka ingin sang gelandang, dan bersedia membayar mahal untuk meyakinkannya.

Posisi Frattesi di Tengah Tarik-Menarik

Frattesi kini berada di persimpangan. Di Inter, persaingan lini tengah ketat dan menit bermain tak selalu ramah. Di Galatasaray, ada janji peran sentral dan sorotan Eropa.

Namun semua itu masih menggantung pada satu hal—formula klausul yang bisa diterima kedua klub.

Waktu bergerak cepat. Bursa transfer jarang memberi ruang kompromi panjang. Jika Galatasaray tak melunak, Inter tak akan tergesa.

Jika Inter bersikeras, Gala harus memilih: menaikkan risiko atau mundur perlahan. Frattesi menunggu—sementara dua klub besar menguji batas keteguhan masing-masing. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#davide frattesi #galatasaray #bursa transfer