RADARTUBAN - Marco Silva protes gol Florian Wirtz menjadi sorotan usai laga Fulham vs Liverpool yang berakhir imbang 2–2 di Craven Cottage.
Keputusan wasit yang mengesahkan gol Florian Wirtz melalui tinjauan VAR Premier League memicu kemarahan kubu tuan rumah.
Fulham menilai gol tersebut seharusnya dianulir karena posisi Wirtz dianggap berada dalam situasi offside yang jelas.
Marco Silva pun mengambil langkah resmi dengan menghubungi Professional Game Match Officials Limited atau PGMOL selaku otoritas wasit Liga Inggris.
Langkah ini diambil Fulham demi memperoleh kejelasan serta penjelasan resmi atas keputusan yang dinilai merugikan tim.
Gol Kontroversial di Laga Fulham vs Liverpool
Laga Fulham vs Liverpool berlangsung sengit sejak menit awal dan diwarnai sejumlah keputusan krusial.
Florian Wirtz mencetak gol penyama kedudukan untuk Liverpool setelah menerima umpan terobosan dari Conor Bradley.
Pada awalnya, hakim garis mengangkat bendera tanda offside.
Namun, VAR Premier League kemudian melakukan pengecekan mendalam sebelum akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Keputusan ini langsung mengubah dinamika pertandingan dan memicu reaksi keras dari Marco Silva di pinggir lapangan.
Marco Silva Yakin Gol Florian Wirtz Offside
Marco Silva secara tegas menyebut gol tersebut sebagai keputusan yang tidak adil.
“Saya tidak punya alat ukur, tetapi menurut pendapat saya jaraknya jauh lebih dari lima sentimeter,” ujar Marco Silva.
“Jika melihat momen umpan dari semua sudut gambar, pemain itu jelas berada dalam posisi offside,” lanjutnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Marco Silva protes gol Florian Wirtz bukan sekadar emosi sesaat.
Menurutnya, hampir semua pihak yang menyaksikan laga Fulham vs Liverpool memiliki pandangan serupa.
Baca Juga: Masa Depan Chukwueze di AC Milan Makin Suram, Fulham Siap Tampung?
VAR Premier League Jadi Sumber Perdebatan
VAR Premier League kembali menjadi pusat kontroversi dalam pertandingan ini.
BBC Sport melaporkan bahwa terdapat tiga frame berbeda terkait momen umpan sebelum gol Florian Wirtz tercipta.
VAR memilih satu frame lebih awal dibandingkan tayangan televisi.
Hal ini membuat posisi Wirtz terlihat lebih onside dalam analisis wasit dibandingkan sudut pandang publik.
Situasi tersebut kembali memunculkan perdebatan soal transparansi dan konsistensi VAR Premier League.
Aturan Offside dan Peran PGMOL
Sejak musim 2021–2022, PGMOL memang menerapkan toleransi margin dalam keputusan offside.
Aturan ini memberikan keuntungan kepada penyerang jika garis offside masih berada dalam batas toleransi teknologi.
Meski begitu, Marco Silva menilai toleransi tersebut telah melampaui batas kewajaran.
Fulham pun membuka komunikasi resmi dengan PGMOL untuk meminta klarifikasi.
“Klub mencoba menghubungi PGMOL—sampai sekarang kami belum mendapat umpan balik apa pun,” tegas Marco Silva.
Fulham Menunggu Penjelasan Resmi
Marco Silva menyebut komunikasi dengan PGMOL sebagai hal penting demi keadilan kompetisi.
“Kami masih menunggu penjelasan dari Premier League dan PGMOL karena ini sangat penting bagi kami,” ujarnya.
“Kami tidak mendapatkan penjelasan yang membuat kami bisa memahami alasan di balik keputusan tersebut,” sambungnya.
Ia menilai kejelasan dari PGMOL diperlukan agar polemik VAR Premier League tidak terus berulang.
Isu ini pun menjadi bahan evaluasi serius jelang laga Fulham berikutnya.
Hasil Akhir Tak Menghapus Polemik
Gol spektakuler Harrison Reed di menit akhir menyelamatkan Fulham dari kekalahan.
Hasil imbang membuat Fulham vs Liverpool tetap berakhir adil di papan skor.
Namun, Marco Silva protes gol Florian Wirtz tetap menjadi perbincangan utama pasca pertandingan.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya transparansi keputusan VAR Premier League.
Publik kini menanti sikap resmi PGMOL terkait laporan Fulham. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni