RADARTUBAN - Thomas Frank menjadi sorotan publik setelah tertangkap kamera memegang cangkir kopi berlogo Arsenal jelang laga Tottenham Hotspur melawan Bournemouth di Premier League.
Momen tersebut langsung menyita perhatian karena terjadi di tengah performa Tottenham Hotspur yang tengah menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Foto Thomas Frank itu dengan cepat beredar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari sebagian pendukung Spurs.
Banyak suporter mempertanyakan sensitivitas simbol rival, apalagi situasi tim sedang tidak ideal.
Di sisi lain, pertandingan yang dijalani Tottenham Hotspur juga berakhir mengecewakan.
Kekalahan Tottenham Hotspur di Vitality Stadium
Tottenham Hotspur sebenarnya memulai laga dengan cukup baik di Vitality Stadium.
Spurs sempat unggul lebih dulu sebelum Bournemouth mampu bangkit.
João Palhinha mencetak gol penyeimbang saat laga memasuki 12 menit terakhir.
Harapan Tottenham Hotspur untuk membawa pulang satu poin pupus di masa injury time.
Antoine Semenyo mencetak gol kemenangan Bournemouth yang memastikan kekalahan Tottenham Hotspur.
Hasil tersebut menjadi kekalahan kedelapan Spurs di Premier League musim ini.
Kekalahan Tottenham Hotspur ini membuat mereka hanya meraih lima poin dari enam laga terakhir.
Tekanan terhadap Thomas Frank pun semakin meningkat.
Klarifikasi Thomas Frank soal Cangkir Berlogo Arsenal
Thomas Frank akhirnya memberikan klarifikasi dalam konferensi pers pascalaga.
Pelatih asal Denmark itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui logo pada cangkir tersebut.
“Saya sama sekali tidak menyadarinya. Rasanya masuk akal untuk mengatakan bahwa kami tidak memenangkan setiap pertandingan, jadi akan benar-benar, sepenuhnya bodoh jika saya sengaja membawa cangkir dengan logo Arsenal,” ujar Thomas Frank.
“Apakah ada yang benar-benar berpikir saya melakukannya dengan sengaja? Semua staf yang menyiapkannya,” lanjutnya.
“Mereka sebelumnya ada di ruang ganti untuk pertandingan sebelum kami. Wajar saja mengambil cangkir dan memberi saya espresso, saya selalu melakukannya sebelum pertandingan,” kata Thomas Frank.
“Menurut saya, ini agak menyedihkan dalam sepak bola jika saya harus ditanya soal itu,” ucapnya.
“Kita jelas bergerak ke arah yang salah jika harus mengkhawatirkan saya memegang cangkir dengan logo klub lain. Tentu saja saya tidak akan pernah melakukannya. Itu sangat bodoh,” tegas Thomas Frank.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Thomas Frank terkait isu nonteknis tersebut.
Ketegangan Usai Kekalahan Tottenham Hotspur
Kekalahan Tottenham Hotspur juga memicu ketegangan setelah pertandingan berakhir.
João Palhinha dan bek Spurs Micky van de Ven terlibat adu argumen dengan suporter.
Para pendukung yang datang langsung terlihat meluapkan kekecewaan.
Situasi ini mencerminkan tekanan besar yang sedang dialami tim.
Thomas Frank menyadari kondisi emosional tersebut tidak ideal.
Curahan Hati Cristian Romero di Media Sosial
Kapten Tottenham Hotspur, Cristian Romero, ikut menjadi perhatian publik.
Cristian Romero mengunggah pernyataan panjang melalui akun Instagram pribadinya.
“Permintaan maaf untuk semua penggemar yang selalu mengikuti kami ke mana pun, yang selalu ada dan akan terus ada,” tulis Cristian Romero.
“Kami bertanggung jawab, itu tidak diragukan lagi. Saya yang pertama,” lanjutnya.
“Tapi kami akan terus menghadapinya dan berusaha membalikkan situasi ini, untuk diri kami sendiri dan untuk klub,” tulis Cristian Romero.
“Di saat-saat seperti ini, seharusnya ada orang lain yang keluar untuk berbicara, tetapi mereka tidak melakukannya—seperti yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir,” ungkapnya.
“Mereka hanya muncul saat keadaan berjalan baik, untuk menyampaikan beberapa kebohongan,” tulis Cristian Romero.
Unggahan tersebut kemudian diedit sebelum akhirnya dihapus.
Meski begitu, pernyataan Cristian Romero terlanjur memicu diskusi luas.
Fokus Pembenahan di Bawah Thomas Frank
Thomas Frank menegaskan fokus tim kini sepenuhnya pada pembenahan performa.
Dia menilai isu cangkir Arsenal seharusnya tidak mengalihkan perhatian dari persoalan utama.
Konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah besar Tottenham Hotspur.
Kekalahan Tottenham Hotspur dalam beberapa laga terakhir menjadi alarm serius.
Thomas Frank dihadapkan pada tuntutan untuk segera membawa perubahan positif.
Musim masih panjang, namun tekanan terhadap Thomas Frank dan Tottenham Hotspur semakin nyata. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama