RADARTUBAN - Mimpi Persatu Tuban untuk melangkah ke babak 16 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025 benar-benar berakhir di rumah sendiri.
Laskar Ronggolawe tumbang telak 0-3 dari Pasuruan United pada laga pamungkas penyisihan grup BB babak 32 besar di Stadion Tuban Sport Center (TSC), kemarin (9/1).
Kekalahan pahit itu menjadi pukulan paling menyakitkan. Bukan hanya karena terjadi di hadapan pendukung sendiri, namun juga karena hasil di pertandingan lain ikut memupus harapan.
Di Stadion Lokajaya Tuban, Triple’s Kediri sukses mengamankan tiga poin usai menundukkan Nganjuk Ladang FC dengan skor 3-1.
Situasi klasemen pun berbalik drastis. Persatu yang sempat bercokol di posisi runner up kini harus turun peringkat.
Meski sama-sama mengoleksi empat poin, Triple’s Kediri berhak melaju karena unggul produktivitas gol. Persatu pun tersingkir, meninggalkan penyesalan mendalam.
Di atas lapangan, pasukan Laskar Ronggolawe tampil di bawah tekanan. Gol-gol Pasuruan United terasa seperti palu yang menghantam satu per satu harapan tuan rumah.
Tiga gol tim berjuluk Laskar Santri Mbeling itu diciptakan Miftahul Husyen menit 1, Ricko Hardiansyah menit 31, dan Burhan Afiludin menit 44.
Upaya bangkit tim tuan rumah tak pernah benar-benar menemukan irama. Asa untuk memperkecil ketertinggalan sempat muncul ketika Pasuruan United bermain dengan sepuluh pemain setelah Dila Maulana dikartu merah karena menendang betis pemain lawan.
Namun, penggawa Persatu tak dapat memaksimalkan jumlah pemain. Bahkan, hadiah penalti pun tak mampu dikonversi menjadi gol.
Skor 0-3 bertahan hingga akhir laga sekaligus mengakhiri perjalanan Persatu di kompetisi Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025.
Pelatih Kepala Persatu Tuban Slamet Sampurno tak dapat menutupi ke kekecewaannya saat press conference. Slamet menuturkan, dirinya tetap mengapresiasi kerja keras pemain yang berjuang hingga peluit akhir pertandingan.
"Ini hasil yang tidak kami inginkan, harus diakui tim lawan lebih unggul di atas lapangan. Tidak bermainnya para pemain inti kami di pertandingan hari ini (kemarin, Red) cukup berdampak sepanjang 90 menit pertandingan,'’ kata dia.
Eks pelatih Mitra Surabaya itu menilai absennya sejumlah pilar utama yang cedera dan akumulasi kartu sangat memengaruhi keseimbangan tim. Terutama ketika gol Pasuruan United di menit awal laga cukup berimbas pada mental anak asuhnya.
"Gol tersebut menurunkan semangat juang para pemain. Kami mencoba bangkit, namun tim lawan bermain lebih unggul,'’ tuturnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Pasuruan United Bio Paulin menaruh respek terhadap perlawanan Persatu sepanjang pertandingan.
"Bertanding di bawah suporter tim tuan rumah tentu tidak mudah, para pemain kami mampu menjaga fokus hingga akhir laga. Kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras tim,'’ ujarnya.
Kemenangan 0-3 atas Persatu sekaligus tetap menjaga rekor kemenangan yang belum patah sejak awal kompetisi Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025 bergulir.
Tak hanya menjaga tren kemenangan beruntun, Pasuruan United juga belum kebobolan sama sekali hingga pertandingan pamungkas babak 32 besar itu. Sementara itu, mimpi Persatu Tuban untuk tampil di babak 16 besar telah padam. (an/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni