RADARTUBAN - Vinicius Junior Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan sejarah baru bersama Los Blancos meski gagal meraih trofi di partai puncak.
Pemain asal Brasil itu tampil menonjol saat Real Madrid kalah dramatis 2–3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol yang digelar Minggu malam waktu setempat.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena terjadi di laga El Clasico, namun performa individu Vinicius Junior Real Madrid justru menjadi catatan positif yang tak terbantahkan.
Gol tunggal yang dicetak Vinicius dalam laga tersebut memiliki arti penting bagi perjalanan kariernya di Santiago Bernabeu.
Lewat gol itu, Vinicius Junior Real Madrid resmi mencatatkan total 16 kontribusi gol dan assist di laga final bersama klub.
Catatan tersebut membuatnya sejajar dengan para legenda besar seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Ferenc Puskás dalam sejarah final Real Madrid.
Baca Juga: Tak Beri Hukuman, Xabi Alonso Pastikan Kasus Vinicius Junior di Real Madrid Sudah Selesai
Aksi Individu Penyelamat di Tengah Tekanan
Gol Vinicius tercipta ketika Real Madrid berada dalam tekanan dan nyaris tertinggal dua gol dari Barcelona.
Melalui sisi kiri serangan, Vinicius memperlihatkan kecepatan dan teknik tinggi yang menjadi ciri khasnya.
Ia sukses melewati Jules Koundé dengan sebuah nutmeg sebelum mengecoh Pau Cubarsí di kotak penalti.
Aksi tersebut ditutup dengan tembakan keras ke sudut bawah gawang yang tak mampu dibendung kiper Barcelona.
Gol itu membuat kedudukan kembali imbang dan menghidupkan asa Real Madrid di final Piala Super Spanyol.
Momen tersebut sekaligus menegaskan peran Vinicius sebagai pembeda di laga-laga besar, khususnya di final Real Madrid.
Konsistensi Vinicius di Laga Final
Sejak mencetak gol penentu kemenangan di final Liga Champions 2021–2022, Vinicius konsisten tampil menentukan di berbagai final Real Madrid.
Tercatat, ia telah bermain dalam 15 laga final bersama Los Blancos dan kerap memberi kontribusi langsung.
Pencapaian 16 gol dan assist di final Real Madrid terasa semakin istimewa karena diraih di usia 25 tahun.
Hal ini menunjukkan kematangan Vinicius yang terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman di level tertinggi.
Bangkit dari Periode Sulit
Menariknya, Vinicius memasuki final Piala Super Spanyol dengan catatan puasa gol selama 16 pertandingan.
Gol terakhirnya bersama Real Madrid sebelumnya tercipta pada 4 Oktober lalu di semua kompetisi.
Absennya Kylian Mbappé akibat cedera membuat Vinicius kembali menjadi tumpuan utama lini serang.
Kepercayaan tersebut dijawab dengan penampilan agresif dan penuh determinasi sepanjang pertandingan.
Pujian Xabi Alonso untuk Vinicius
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan apresiasi terbuka atas kontribusi sang winger seusai pertandingan.
“Dia [Vinicius Jr] bermain sangat bagus,” ujar Alonso usai laga, dikutip dari AS.
“Sangat berbahaya. Golnya luar biasa dan dia banyak merepotkan lawan dari sisi kiri.”
“Tim bekerja keras, kami menunjukkan karakter, tetapi malam ini bukan milik kami.”
Pujian dari Xabi Alonso tersebut mempertegas peran penting Vinicius dalam skema permainan Real Madrid saat ini.
Nama Xabi Alonso pun ikut menjadi perhatian karena keputusan taktisnya di final Piala Super Spanyol.
Pergantian Pemain yang Jadi Sorotan
Keputusan Xabi Alonso menarik Vinicius di menit-menit akhir sempat memicu reaksi keras dari suporter.
Banyak Madridista menilai Vinicius adalah pemain terbaik di lapangan pada malam tersebut.
Namun, Xabi Alonso kemudian menjelaskan bahwa pergantian dilakukan atas permintaan pemain karena kelelahan.
Penjelasan itu meredam spekulasi dan menunjukkan komunikasi terbuka antara pelatih dan pemain.
Kekalahan yang Tetap Menyimpan Harapan
Kekalahan dari Barcelona tentu menjadi pukulan bagi Real Madrid di ajang Piala Super Spanyol.
Meski demikian, performa Vinicius Junior Real Madrid menjadi sinyal positif menjelang fase krusial musim ini.
Ketajamannya di final Real Madrid kembali menunjukkan bahwa ia selalu hadir di panggung besar.
Jika konsistensi ini terjaga, Vinicius berpotensi menjadi faktor penentu dalam perburuan gelar Real Madrid ke depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni