RADARTUBAN – Kegagalan Persatu Tuban lolos ke babak 16 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025 masih menyisakan kekecewaan publik, terutama para suporter Laskar Ronggolawe.
Solichul Anwar, salah satu pentolan suporter yang tergabung dalam Aliansi Suporter Persatu turut angkat suara pasca langkah tim berlogo Jaran Jingkrak itu terhenti dari kompetisi sepak bola kasta keempat Liga Indonesia itu.
Dia menilai kegagalan Persatu disebabkan beberapa hal. Terutama terkait pergantian pelatih di tengah kompetisi yang justru kurang efektif.
Akibatnya, performa Persatu tidak terangkat ketika melakoni pertandingan babak 32 besar lalu.
‘’Dari awal kami sudah menyoroti pergantian pelatih secara tiba-tiba, padahal suporter cukup puas dengan performa pelatih sebelumnya. Entah atas pertimbangan apa, manajemen mengganti pelatih secara tiba-tiba,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Jika berkaca pada track record sebelumnya, Khoirul Anam dinilai memiliki jam terbang lebih unggul. Terutama dari segi pencapaian jika di-head to head-kan dengan Slamet Sampurno yang belum memiliki rekam jejak mentereng sebagai nakhoda tim di Liga Indonesia.
‘’Pergantian pelatih dari level bagus ke level di bawahnya sempat memicu gejolak di kalangan suporter, dan ternyata kekhawatiran itu akhirnya terjadi di pertandingan terakhir,’’ tegasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, momentum Persatu untuk lolos ke babak 16 besar cukup besar, namun justru harus tersingkir hanya karena kalah unggul produktivitas gol dari pesaingnya.
Suporter juga menyoroti komunikasi tiga pilar, yakni suporter, pengurus Askab PSSI Tuban, dan manajemen Persatu demi menguatkan visi memajukan Persatu.
‘’Sinergitas ini sangat penting, dari awal sudah digadang-gadang oleh suporter. Namun, seiring waktu justru tidak berjalan sesuai komitmen awal,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Manager Persatu Tuban M. Abdul Rohman menyampaikan, pihaknya bertekad terus berbenah pasca kegagalan Persatu dan menyiapkan diri menjadi lebih kuat.
‘’Kami terima semua kritik, semua masukan ini bagian dari proses demi Persatu menjadi lebih kuat ke depannya. Kami memilih untuk tidak menuding, tapi memahami dengan hati,’’ ujar dia.
Rohman optimistis pada kompetisi musim depan, Persatu meraih hasil yang lebih baik dari tahun ini.
‘’Perjuangan tidak berhenti di musim ini, mari berdiri tegak dan menatap kuat di kompetisi tahun depan. Semoga hasil positif bisa berpihak ke Persatu,’’ kata dia. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama