Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengganti Thomas Frank Mulai Disiapkan Tottenham Hotspur Rentetan Hasil Buruk

Bihan Mokodompit • Senin, 19 Januari 2026 | 13:59 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank dan Asistennya, John Heitinga.
Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank dan Asistennya, John Heitinga.

RADARTUBAN - Pengganti Thomas Frank kini menjadi topik utama di internal Tottenham Hotspur setelah klub London Utara tersebut kembali menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.

Tottenham Hotspur kalah 1-2 dari West Ham United dalam laga lanjutan Premier League yang berlangsung di hadapan pendukung mereka sendiri.

Gol kemenangan West Ham dicetak Callum Wilson pada menit-menit akhir dan membuat suasana stadion berubah drastis.

Hasil tersebut memperpanjang periode buruk Tottenham Hotspur yang musim ini sudah sembilan kali kalah di Premier League.

Dalam catatan kandang, Thomas Frank hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan dari 11 laga liga.

Situasi itu membuat Tottenham Hotspur kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen setelah memainkan 22 pertandingan.

Tekanan terhadap Thomas Frank semakin besar meski sang pelatih baru mulai menangani klub pada 2025.

Menurut laporan Football Insider, manajemen klub telah menilai posisi Frank tidak lagi aman.

Sumber internal menyebut keputusan mengenai pengganti Thomas Frank telah masuk tahap pembahasan serius.

Dalam laporan jurnalis Wayne Veysey, posisi Frank disebut sudah “tidak dapat dipertahankan” atau untenable setelah hanya meraih tiga kemenangan dari 15 laga di semua kompetisi.

Di laga terakhir, suporter bahkan melantangkan chant “sacked in the morning” yang diterjemahkan sebagai “akan dipecat besok pagi”.

Manajemen Tottenham Hotspur dikabarkan telah menyiapkan skenario pelatih interim maupun permanen.

Beberapa nama besar mulai dikaitkan sebagai kandidat pengganti Thomas Frank untuk jangka panjang.

Pada bursa musim panas, Andoni Iraola, Marco Silva, dan Oliver Glasner berpotensi tersedia karena kontrak mereka akan berakhir.

Ketiganya dikenal sebagai pelatih yang memiliki rekam jejak stabil di Premier League.

Nama Mauricio Pochettino juga kembali mencuat dalam dinamika internal Tottenham Hotspur.

Pelatih asal Argentina itu dikabarkan tertarik kembali, namun hanya setelah menyelesaikan tugasnya bersama tim nasional Amerika Serikat di Piala Dunia.

Meski begitu, laporan terbaru Football Insider menyebut prioritas utama klub justru mengarah ke Fabian Hurzeler.

Fabian Hurzeler saat ini masih menjabat sebagai pelatih Brighton & Hove Albion.

Pelatih berusia 32 tahun itu mencetak sejarah sebagai manajer permanen termuda di Premier League.

Pada musim lalu, Fabian Hurzeler sukses membawa Brighton finis di posisi kedelapan klasemen.

Capaian tersebut dinilai sejalan dengan visi jangka panjang Tottenham Hotspur.

Pihak klub melihat Fabian Hurzeler sebagai sosok progresif dengan pendekatan modern.

Hurzeler sendiri masih terikat kontrak hingga 2027 bersama Brighton.

Namun, sumber internal menyebut peluang tetap terbuka jika Tottenham Hotspur mengajukan tawaran resmi.

BBC Sport juga turut menguatkan laporan terkait masa depan Thomas Frank.

Dalam laporan BBC, Frank disebut berada di bawah “pengawasan internal yang signifikan” atau significant internal scrutiny.

Setidaknya satu anggota jajaran eksekutif klub telah mendiskusikan kemungkinan mengakhiri kerja sama tersebut.

Hingga saat ini, Tottenham Hotspur belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengganti Thomas Frank.

Klub menegaskan setiap keputusan akan diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh dan kepentingan jangka panjang.

Perkembangan situasi ini masih akan terus dipantau mengingat persaingan Premier League yang semakin ketat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Fabian Hurzeler #Pochettino #London Utara #iraola #premier league #THOMAS FRANK #Tottenham Hotspur