RADARTUBAN – Debut tak selalu ramah. Tapi malam di Stadion Torino jadi panggung sempurna bagi Donyell Malen.
Baru pertama kali turun berseragam AS Roma, penyerang asal Belanda itu langsung mengirim pesan keras: ia siap jadi pembeda.
Gol pembuka pada menit ke-26 mengantar Roma menang 2-0 atas Torino dalam lanjutan Serie A, Minggu malam.
Statistiknya bersih, dampaknya terasa. Penampilan perdana, gol perdana. Sebuah awal yang jarang terjadi—dan makin bermakna karena lahir di laga tandang yang biasanya menyimpan tekanan.
Gol Pertama, Sinyal Besar dari Pemain Baru
Roma tampil efektif. Setelah Malen membuka skor, Paulo Dybala menutup malam dengan gol kedua pada menit ke-72.
Bukan sekadar gol, tapi cerminan relasi yang cepat terbangun. Malen bergerak, Dybala membaca ruang. Keduanya saling mengerti tanpa perlu waktu lama.
Unggahan akun X @IFTVofficial merangkum malam itu dengan lugas: "Debut impian untuk Malen. Penampilan pertama, gol pertama. Sudah terhubung dengan baik dengab Dybala."
Fakta di lapangan menguatkan kalimat itu—Roma terlihat punya dimensi baru di lini depan.
Opsi Beli € 25 Juta dan Ambisi Eropa Roma
Kedatangan Malen sendiri bukan tanpa konteks. Roma mengamankannya lewat skema pinjaman dari Aston Villa dengan kewajiban beli senilai € 25 juta jika finis zona Eropa. Taruhan besar, tapi debut ini memberi justifikasi awal.
Dalam tempo singkat, Malen memperlihatkan kecepatan, ketajaman, dan naluri menyerang yang selama ini dicari.
Nama allenatore Gian Piero Gasperini ikut disebut dalam diskursus publik—sebuah sinyal bahwa profil Malen cocok dengan tuntutan sepak bola intens dan agresif.
Jika konsistensi terjaga, Roma bukan hanya menemukan gol, tapi juga identitas serangan yang lebih hidup.
Malam di Turin menutup satu bab kecil, membuka harapan besar. Debut impian memang tak menjamin masa depan.
Namun untuk Roma, kemenangan ini terasa seperti awal yang tepat—tenang, efektif, dan menjanjikan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni