Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sadio Mane Ungkap Mengapa Dirinya Tetap di Lapangan Saat Kekacauan Final Piala Afrika

Bihan Mokodompit • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:05 WIB
Kapten Timnas Senegal, Sadio Mane.
Kapten Timnas Senegal, Sadio Mane.

RADARTUBAN - Sadio Mane tetap di lapangan saat situasi memanas di partai puncak Piala Afrika 2025, sebuah keputusan yang kemudian menjadi sorotan publik sepak bola internasional.

Momen tersebut terjadi pada laga Final Piala Afrika antara Senegal dan Maroko yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.

Pertandingan ini berakhir dengan kemenangan Senegal yang memastikan status Senegal juara AFCON untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.

Gol kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Alassane Gueye pada menit ke-94 masa perpanjangan waktu.

Namun, jalannya laga tidak sepenuhnya berjalan mulus karena diwarnai insiden kontroversi penalti Maroko menjelang akhir waktu normal.

Kekacauan Menjelang Akhir Waktu Normal

Wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti kepada Maroko setelah meninjau ulang pelanggaran El Hadji Malick Diouf terhadap Brahim Diaz.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari kubu Senegal dalam Final Piala Afrika yang disaksikan jutaan pasang mata.

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, bahkan memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.

Sebagian besar pemain Senegal kemudian masuk ke ruang ganti, sementara Sadio Mane tetap di lapangan seorang diri.

Situasi ini membuat pertandingan tertunda lebih dari 15 menit dan menambah panas suasana kontroversi penalti Maroko.

Alasan Sadio Mane Bertahan di Lapangan

Setelah laga berakhir dan Senegal juara AFCON, Sadio Mane memberikan penjelasan atas sikapnya yang tetap berada di lapangan.

Dalam wawancara yang dikutip BBC, Mane menyampaikan pandangannya terkait insiden tersebut.

“Sepak bola adalah sesuatu yang istimewa, dunia sedang menyaksikan, jadi kita harus memberikan citra yang baik untuk sepak bola. Saya rasa akan sangat gila jika pertandingan ini tidak dilanjutkan hanya karena wasit memberikan penalti lalu kami meninggalkan pertandingan. Menurut saya, itu adalah hal terburuk, terutama untuk sepak bola Afrika. Saya lebih memilih kalah daripada hal seperti ini terjadi pada sepak bola kita,” kata Mane.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Sadio Mane tetap di lapangan demi menjaga marwah olahraga dan citra sepak bola Afrika.

Penalti Gagal dan Titik Balik Pertandingan

Setelah para pemain Senegal kembali ke lapangan, Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti.

Pemain Maroko itu mencoba mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka dalam situasi kontroversi penalti Maroko.

Namun, tendangan tersebut berhasil dibaca dan ditangkap dengan mudah oleh kiper Senegal, Edouard Mendy.

Gagalnya penalti itu menjadi momentum penting dalam Final Piala Afrika yang penuh tekanan.

Senegal kemudian memanfaatkan situasi tersebut hingga akhirnya memastikan Senegal juara AFCON.

Permintaan Maaf Pelatih Senegal

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, turut memberikan pernyataan resmi usai pertandingan.

Ia mengakui bahwa tindakannya memerintahkan pemain keluar lapangan adalah reaksi spontan.

“Saya tidak ingin membahas semua insiden yang terjadi. Saya meminta maaf kepada dunia sepak bola. Setelah merenung, saya memerintahkan para pemain untuk kembali ke lapangan — reaksi seperti itu bisa terjadi dalam situasi panas.
Kami menerima kesalahan dari wasit. Kami seharusnya tidak melakukannya, tetapi semuanya sudah terjadi. Sekarang kami menyampaikan permohonan maaf kepada sepak bola,” ujar Pape.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Senegal juara AFCON dan menjadi bentuk tanggung jawab federasi serta tim.

Sikap Dewasa di Panggung Besar

Keputusan Sadio Mane tetap di lapangan dinilai sebagai bentuk kepemimpinan dalam laga sebesar Final Piala Afrika.

Sikap tersebut memperlihatkan kedewasaan seorang pemain senior di tengah tekanan dan emosi pertandingan.

Insiden kontroversi penalti Maroko pun menjadi pelajaran penting bagi semua pihak terkait.

Senegal akhirnya keluar sebagai pemenang dan menutup turnamen dengan catatan sejarah baru sebagai Senegal juara AFCON. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Sadio Mane #Brahim Diaz #Piala Afrika 2025 #AFCON #maroko